
lovaskeptika
Judul: Lovaskeptika
Penulis: Dadan Erlangga
Penerbit: Masmedia Buana Pustaka
Terbit: 2009
ISBN: 602835062-1
Jumlah halaman: 146
Harga: Rp. 24.000
“Love is shit!” Lagi-lagi frasa itu yang kauungkit. Sejak malam hitam—malam di mana kau kehilangan DUA hal yang paling berharga dalam hidupmu itu, kau selalu menasbihkannya. Kalimat yang juga kau teriakkan sejalan darahmu menerjang luka torehan pisau kiriman iblis dari neraka… {LOVASKEPTIKA}
Cinta, mama dan papaku pasti kecewa banget karena hal ini. Please, tolong aku, Cinta. Kamu bisa kan berpura-pura menjadi ayah bayi ini kalau sewaktu-waktu kedua orang tuaku menanyakannya?…
{CINTA, JANGAN PANGGIL AKU CINTA!}
Senja datang membawa jingga yang terlalu menusuk mata, hingga jauh menembus ke lubuk jiwa. Entah kenapa, aku merasa baru dikhianati seseorang yang paling aku cintai. Sakit sekali. Kakiku tak mampu berdiri. Seperti tidak makan nasi berhai-hari. Tuhan, beginikah rasanya dikhianati?…
{SIMFONI TIGA HATI}
Kami hanya mengikuti tuntutan dan tuntunan berahi. Satu-satunya hal yang tidak kusesalkan dari kejadian malam itu adalah bahwa aku tidak memperkosanya, dan tentu saja ia tidak merasa diperkosa. Dan, satu hal yang membuatku tenang selepas kejadian malam itu: aku mengenakan pengaman. Aku harus yakin bahwa pengamanku benar-benar aman…
{MALAM MINGGU TERAKHIR}
Aku bangkit, berpakaian dan teringat akan susu cokelat panas yang tentunya sudah mendingin di atas meja samping tempat tidur kita. Manis, dan dingin. Tetapi masih cukup enak dinikmati. Ya, seperti hubungan kita. Tidak ada yang terlambat untuk dinikmati, sekalipun hanya dingin yang tersisa…
{DINGIN}
Kamu telah berubah dari seseorang yang biasa-biasa saja menjadi seseorang yang membuat saya serba tak biasa. Saya pun merasa telah menjadi seseorang yang tidak biasa karena menganggapmu luar biasa. Dan sejak saat itu juga, mulai tumbuh perasaan-perasaan yang tak biasa…
{ESKAPISME}
Lovaskeptika adalah gabungan dari kata Love dan Skeptic, yang merupakan kumpulan cerpen yang tidak menghadirkan kisah percintaan yang serta merta diwarnai keindahan dan kebahagiaan, tetapi justru nuansa abu-abu dan kegamangan cinta. Melalui ke-15 cerpen di dalamnya, penulis mengajak kita untuk memandang cinta dari perspektif yang berbeda: kelam namun mencerahkan, pedih namun mendewasakan. Layak dinikmati oleh mereka yang membutuhkan cinta, bahkan oleh mereka yang sama sekali merasa skeptis terhadap cinta.
————————————————————-
Pembelian secara online dapat dicek di sini
————————————————————-