Menghadiahi Diri Sendiri


Ulang tahun sekarang ini aku dapet banyak kado spesial. Dari mulai doa, kehadiran orang2 tercinta, sampai kado barang2 spesial. Terimakasih banyak buat kalian yg menyemarakkan sweet seventeen-ku tahun ini (btw, aku ngerayain sweet seventeen tiap tahun, ya. Harap dicatat!)

Dulu, aku sering mikir kalau ulang tahun itu tentang ucapan, doa, dan kado dari orang lain. Sekarang enggak. Sekarang aku mikir: kenapa harus nunggu ucapan dan doa dari orang lain? Yg paling tau apa yg kita mau dan kita butuh itu ya diri kita sendiri dan Tuhan. Jadi, aku pun memulai hari di tanggal 3 Juni kemarin dengan berdoa. (subhanallah, ya) #menujudadunsyariah2014

Dan ternyata ketika kita justru nggak nunggu atau ngarepin kado dari orang lain, kado-kado itu malah berdatangan, lebih banyak dari apa yg pernah aku pikirin dan harepin. Sama kayak gebetan, kan. Ketika kita mulai pasrah dan nothing to lose, mereka muncul satu per satu.

Dan aku pun nggak mau kalah dengan orang-orang yang udah bikin aku bahagia di tanggal 3 kemarin. Kalau mereka bisa, kenapa aku enggak?!

Oleh sebab itu, aku ngebut nyelesein draf novel “Akhir Pekan” sampai kelar. Sayangnya, nggak pas tanggal 3. Baru bener-bener selesai dua minggu kemudian. Tapi nggak apa-apa ya. Kado yang datang terlambat ini anggap aja sebagai puncak dari perhelatan sweet seventeen-ku tahun ini. Hore!

Kamu pernah, nggak, ngasih kado buat diri kamu sendiri di hari ulang tahun kamu sendiri? Belum? Coba deh! Rasanya bener-bener bahagia.

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s