Flipped


image

Mungkin ini kali keempat aku menonton Flipped. Film arahan sutradara Rob Reiner, yang ditulis oleh Andrew Scheinman dan juga Rob Reiner yang di-realese sekitar tahun 2010 ini merupakan film adaptasi novel berjudul “Flipped” karya Wendelin Van Draanen. Bercerita tentang hubungan yang terjalin secara unik di antara sepasang anak perempuan dan lelaki bernama Juliana Baker (Madeline Carroll) dan Bryce Loski (Callan McAuliffe), juga antara keluarga Baker dan Loski, dengan seting tahun 50-60-an.

Semuanya berawal pada musim panas tahun 1957, ketika keluarga Loski pindah ke rumah baru mereka. Saat Bryce dan ayahnya sedang mengangkut-angkut barang dari mobil, tiba-tiba seorang bocah perempuan bernama Juli datang. Sebagai tetangga yang baik, ia merasa perlu membantu mereka. Namun, alih-alih merasa senang dan berterima kasih, Bryce dan ayahnya merasa sangat terganggu dengan keberadaan Juli. Terutama Bryce. Pada perjumpaan pertama itu, Juli sudah bersikap posesif terhadapnya. Dan selanjutnya, Juli selalu menempel ke mana pun Bryce pergi. Sampai-sampai, semua anak di sekolah mengolok-olok mereka berpacaran. Tentu saja hal itu membuat Bryce merasa muak dan tak tahan.
image

Namun, tidak halnya bagi Juli. Sejak kali pertama melihat Bryce, jantungnya sudah berdebar tak keruan. Baginya, mata yang dimiliki Bryce adalah sepasang mata paling indah di dunia. Sejak kali pertama melihat Bryce, Juli selalu ingin berada di sisinya. Dan sejak itu juga, Juli selalu mendamba ciuman pertamanya akan ia lalui bersama Bryce. Juli tak pernah peduli sedingin apa pun sikap Bryce terhadapnya. Tak pernah menyerah meski Bryce selalu menghindari dan menolaknya berkali-kali. Baginya, Bryce adalah energi yang membuat dunianya terus berputar.

Sampai pada suatu hari… sesuatu terjadi dan mengubah segalanya.

Juli berhenti mengagumi dan mendamba Bryce. Ia bahkan berbalik membencinya. Situasi itu pun rupanya mengubah pandangan Bryce terhadapnya. Bryce yang awalnya mati-matian membencinya, justru berbalik menyukainya.

***
image

Sejak kali pertama menonton Flipped, aku langsung jatuh cinta pada ceritanya, juga kepada karakter utamanya. Kisah cinta yang sederhana ini disajikan secara menarik dan unik. Fragmen-fragmennya diceritakan secara paralel dan tidak selalu runut, tetapi tidak membingungkan. Penceritaan melalui dua sudut pandang karakter utamanya justru sangat mengasyikan dan menambah efek geregetan.

Berbicara tentang film ini kapan pun dan di mana pun, aku bakal selalu teringat pada pohon Sycamore, ayam, dan telur.

Juli sangat mencintai pohon Sycamore yang tinggi, besar, dan memiliki banyak dahan untuk ia panjat dan kemudian ia duduki. Pohon Sycamore yang memberinya akses pemandangan alam yang indah nan memesona dari sebuah ketinggian, dan juga membantunya memastikan posisi bus sekolahnya yang datang mengantar jemput Juli dan teman-teman lainnya ke sekolah setiap harinya. Sampai ketika pohon itu hendak ditebang karena lahan di tempatnya tumbuh bakal dijadikan proyek pembangunan, Juli bersikeras untuk tidak turun dari dahan yang cukup tinggi, dan memohon setengah mengancam supaya pohon itu tidak ditebang.

Pada saat itu, Juli sempat meminta tolong kepada Bryce, supaya Bryce bersedia memanjat dan duduk di sana bersama Juli sebagai aksi protes. Namun, tentu saja Bryce tidak melakukannya. Bryce sebenarnya memiliki hati nurani yang selalu memanggilnya untuk berada di pihak Juli. Namun, dia terlalu pengecut untuk tindakan seheroik itu. Yang dia lakukan adalah hal-hal tak berperasaan. Salah satunya, membuang semua telur ayam yang diberikan Juli secara cuma-cuma untuk keluara Loski, dengan alasan mereka sekeluarga tidak ingin mengidap Salmonella, mengingat halaman depan dan belakang rumah Juli terlihat jorok dan berantakan.

Sebenarnya, Bryce punya alasan pribadi tentang kenapa dia enggan makan telur. Dia pernah melihat seekor ular menelan bulat-bulat sebutir telur, dan baginya itu sangat mengerikan dan menjijikan, sehingga membekaskan kenangan terburuk tentang telur. Lalu, alasan lainnya adalah, kenyataan bahwa telur-telur itu berasal dari ayam-ayam hasil eksperimen ilmiyah Juli di sekolah. Eksperimen yang berhasil mengantarkan Juli pada gelar juara pertama, yang memecundangi Bryce dengan proyek eksperimen letusan gunung berapinya.

Selain kisah percintaan menggemaskan di antara Juli dan Bryce, Flipped juga bercerita tentang kehidupan keluarga mereka. Tentang keluarga Baker yang hangat dan bersahaja namun menyimpan kerapuhan, dan keluarga Loski yang tampak normal dan jaga imej namun ternyata tidak begitu bahagia. Tentang betapa pentingnya menjalin hubungan baik antartetangga, tentang betapa berartinya undangan makan malam dari tetangga yang satu terhadap tetangga lainnya, dan tentang betapa tak seharusnya kita menilai tetangga kita secara sepihak dan penuh praduga.

Bagian favoritku di film ini adalah setiap momen yang terjadi di antara Juli dan ayahnya. Tentang bagaimana ayahnya membagi pandangan hidup yang bijaksana kepada Juli tanpa kesan “Gue ini bokap lo”, melainkan dengan pendekatan sebagai sesama manusia. Dan tentu saja, bagian favoritku yang paling penting adalah setiap momen yang terjadi di antara Juli dan Bryce. Tentang bagaimana rasa cinta dan benci di antara mereka dibolak-balikkan sedemikian rupa.

Akhir kata, Flipped ditutup dengan cukup realistis, manis, dan membuatku ingin menontonnya lagi, lagi, lagi, dan lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s