Ngobrolin Hormones The Series Lagi


Hari Minggu kemarin, aku dapat kabar burung dari si burung alias Twitter kalau Hormones The Series bakal ditayangin KompasTV. Jam tayangnya setiap hari Senin sampai Jumat, pukul 9 pagi. Itu beneran kabar baik sekaligus kabar buruk. Nggak buruk-buruk banget, sih. Cuma, agak menyayangkan aja kenapa harus ditayangin jam segitu.

hormones the series

Sebenernya, serial ini nggak spesial-spesial banget, sih. Ceritanya cukup sederhana, tentang kehidupan beberapa anak SMA yang masing-masing punya masalah yang berbeda. Ada Win (Pachara Chirathivat), si cowok bengal, cassanova, dan playboy, yang jatuh hati pada Kwan (Ungsumalynn Sirapatsakmetha), cewek paling pinter dan idealis di sekolah. Semua cewek bisa dia dapetin dengan mudah, kecuali Kwan. Nggak ada yang menduga bahwa di balik semua kesempurnaannya, Kwan ternyata punya sisi kehidupan yang nggak begitu menyenangkan. Hubungan Win dengan Kwan mengalami perubahan yang signifikan setelah Win mengetahui hal itu. Perubahan yang mendekatkan hubungan mereka, sekaligus menempatkan mereka pada jarak terjauh.

hormones the series kwan win

Lalu, ada Tar (Gun Chunhawat), gitaris baru See Scape, band yang cukup terkenal di sekolah mereka. Tar jatuh hati kepada Toei (Suthatta Udomsilp), cewek paling cantik yang dimusuhi teman-teman ceweknya karena dianggap kecentilan dan suka mempermainkan cowok. Toei menjadi teman sebangku Tar pada tahun ajaran baru di kelas 11 itu. Hubungan Tar dengan Toei yang awalnya manis dan baik berubah menjadi dingin dan saling menghindar satu sama lain setelah Tar mengungkapkan perasaannya terhadap Toei, namun Toei menolaknya.

hormones the series tar toei

Setelah itu, ada Phu (Juthawut Pattarakhumphol), anak jurusan seni musik yang sedang bingung dengan orientasi seksualnya. Apakah dia menyukai Thee (Sedthawut Anusit), cowok cakep peniup flute; atau Toei, mantan pacarnya yang tak pernah bisa dia lupakan itu. Hubungan mereka berkembang menjadi kisah cinta segi tiga yang cukup rumit meski nggak serumit kisah cinta Farrel dan Fitri yang ber-season-season itu.

hormones the series phu thee

Kemudian ada Phai (Thanapob Leeratanakajorn), anak gank yang diam-diam jatuh cinta pada Sprite (Supassara Thanachart), pacar si ketua gank itu. Ujian cinta mereka nggak sampai di situ. Phai mulai kehilangan kepercayaannya terhadap Sprite, karena Sprite ini dikenal sebagai cewek gampangan dalam pengertian yang sebenarnya.

hormones the series phai sprite

Selain kisah percintaan, serial ini pun menghadirkan cerita persahabatan dan keluarga. Adalah Mhog (Sirachuch Chienthaworn), sahabat Win dan Tar, yang mampu menjadi penengah, penasihat, sekaligus tempat bersandar bagi sahabat-sahabatnya. Mhog yang tampak paling kalem dan bijak ini pun tak luput dari masalah. Selain masalah percintaannya dengan Mint, gadis dari sekolah lain yang sebenernya hanya menuntut Mhog bersikap “wajar” seperti cowok-cowok lainnya; Mhog juga memiliki masalah dengan ayahnya yang memaksa dia mengambil studi sesuai kehendak ayahnya yang bertolak belakang dengan keinginan Mhog sendiri.

hormones the series mhog mint

Dan yang tak kalah menarik lagi adalah kisah tentang Dow / Dao (Sananthachat Thanapatpisal), cewek pemimpi yang suka tersesat di antara dunia nyata dengan dunia imajinasinya sendiri. Dia suka menulis cerita di blog pribadinya yang terinspirasi dari kejadian-kejadian yang dia alami sehari-sehari. Seperti kisah cinta antara si cowok peniup saxophone dan flute (Phu dan Thee), atau kisah cinta Dow dan Din yang merupakan kisah cintanya sendiri yang terjalin setelah pertemuannya dengan cowok manis bernama Din di sebuah tempat les bahasa Inggris. Masalah yang dihadapi Dow adalah soal ibunya yang konservatif dan overprotective. Namun, lewat sebuah kejadian, Dow akhirnya paham kenapa ibunya bersikap demikian.

hormones the series dow din

***

Setiap episode dalam serial yang disutradarai oleh Songyos Sugmakanan ini menggunakan judul yang diambil dari nama-nama hormon yang mewakili kepribadian karakter yang akan dibahas pada episode tersebut. Seperti, episode 1 diberi judul “Testosteron” yang dianggap mewakili kepribadian Win. Atau “Adrenalin” di episode yang nyeritain kehidupan si Phai, dan “Serotonin” di episode tentang kehidupan Mhog.  Ada satu pokok permasalahan yang dibahas di setiap episodenya dan langsung diberi penyelesaian pada akhir episode itu. Ada juga konflik yang sengaja dibiarkan mengalir dan mengambang, yang pada akhirnya membentuk jalinan benang merah dari ketiga belas episode Hormones The Series ini.

Secara keseluruhan, Hormones The Series memang bukan tayangan yang sangat istimewa, tetapi cukup memuaskan mata dan jiwa. Halah. Pesan moral? Tentu ada. Namun, siapalah aku yang ngomongin pesan moral sebuah cerita. Pokoknya, yang aku rasain setelah nonton ini adalah… jadi kangen masa-masa SMA, jadi kepengin jalan-jalan ke Thailand juga, dan jadi kepengin nulis cerita tentang anak SMA.

Kalau kamu udah nonton serial ini dan suka, jangan sedih. Karena, konon kabarnya, tahun ini bakal tayang Hormones The Series season 2, atau yang mereka sebut sebagai Hormones The Next Gen. Menurut hosip yang beredar, di Thailand sendiri, Hormones The Next Gen ini baru dirilis tanggal 28 Juni 2014.  Semoga ada yang baik hati ngunggah di Youtube plus subtitle english-nya ya, kayak Hormones The Series taun lalu. Dan semoga ceritanya tambah seru. Aamiin.

BTW, ini trailer Hormones The Series yang tayang di KompasTV. Agak kurang gimana gitu. Jadinya enggak mewakili cerita si Hormones The Series itu sendiri.

Coba bandingkan dengan trailer versi internasionalnya.

10 thoughts on “Ngobrolin Hormones The Series Lagi

  1. Salut sm serial ini yg membahas masalah masalah yg bener terjadi dikehidupan remaja, dan yg bikin suka adalah seragam sekolah ceweknya yg rapi dan gak ketat ala ala sinetron indonesia. Btw suka banget sm pasangan sprite dan phai, sprite agak agak mirip astrid tiar haha. Oia di youtube uda ada season 2 nya tp belum english sub huhuu

  2. Gak puas bngt liat flm thu, karna epsd nya cuma dkt…
    Aq suka gaya win, tpi knpa win gak sma kwan?? Jg knpa toei gak sma phu? Padahl udh cocok x merka brEMPAT, Kapan maen lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s