Surat untuk Jatuh Cinta


Kepada Jatuh Cinta,

Hai, apa kabar? Kali terakhir kita berjumpa, segalanya tampak indah dan sempurna. Kamu menempatkan dia pada hierarki paling tinggi kekagumanku terhadap seseorang. Dan kamu menutup mata juga telingaku dari apa yang sebenarnya terlihat dan terdengar. Sampai kemudian, pelan-pelan kamu menghilang.

Setelah kamu pergi, dia tidak indah dan sempurna lagi. Ada banyak hal yang kemudian terlihat dan terdengar tentang dia, yang membuat pikiran dan perasaanku goyah. Ada banyak alasan kecil yang dibesar-besarkan dan akhirnya menjadi masalah. Ada banyak masalah yang berujung pada pertengkaran. Dan pertengkaran-pertengkaran itu pun lantas membangun jembatan perpisahan.

Tapi, tenang, kami tidak benar-benar berpisah. Tanpa kamu, kami masih punya alasan dan harapan untuk tetap mempertahankan apa yang telah kami perjuangkan. Pada dasarnya, sebuah hubungan adalah hasil perjuangan dari dua orang yang berada di dalamnya. Perjuangan untuk tetap satu kata di dalam dua pemikiran, tetap satu langkah dan tujuan di dalam sekian banyak keinginan. Dan kami berdua sama-sama paham.

Hanya saja, ya, tak bisa kumungkiri, tanpa kamu, segalanya tak sama lagi. Apalah artinya sekadar ucapan selamat pagi, sapaan-sapaan manis yang sebelumnya mampu menghangatkan hati, dan basa-basi terpuji yang pernah mencerahkan hari-hari. Tanpa kamu, kami hanyalah sepasang manusia yang sedang mengerjakan tugas kelompok untuk pelajaran ‘Hidup Bersama’.

Jadi, di manakah kamu berada kini, wahai Jatuh Cinta? Tidakkah kamu merindukan kami? Tak bisakah kamu datang sekali lagi, dan tetap tinggal bersama kami di sini?

Yang menunggu jatuh cinta sekali lagi,

D

Iklan

One thought on “Surat untuk Jatuh Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s