Lagi Jatuh Cinta Lagi


(((Lebay Alert)))

Aku lupa kapan tepatnya aku mulai suka nonton film Thailand. Mungkin sejak nonton The Love of Siam? Sejak itu, tiap ke lapak DVD mesti mampir ke rak film Asia, khususnya nyari film Thailand.

Kenapa aku suka sama film Thailand? Hmm.. karena pemainnya unyu-unyu. Hehe. Entahlah, pokoknya tampang artis Thailand itu punya daya tarik yang besar buatku. Meski suaranya cempreng dan kalau ngomong logatnya aneh, lama-lama itu bakal kedengeran lucu dan oke. Jadi, kalaupun nonton film Thailand yang ceritanya pas-pasan, aku tetap bisa menikmatinya sampai akhir. Lebih-lebih kalau ceritanya bagus. Dan jangan tanya siapa artis Thailand favoritku, karena aku perlu mikir superpanjang. Well, selain Mario Maurer, aku nggak tau lagi nama-nama artis Thailand yang lebih manusiawi untuk diingat dan diucapkan, sekalipun tampangnya unyu keterlaluan.

Alasan kedua, ya karena ceritanya. Meski enggak seharu-biru-bikin-nangis-darah kayak drama Korea, drama Thailand yang cenderung lebih simpel, kalem, dan kadang flat, punya cita rasa cerita yang tetap bakal meninggalkan kesan yang cukup dalam. Oke, jangan terlalu dianggap serius, karena ini soal selera pribadi.

hormonesLewat postingan ini, aku mau bercerita tentang apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Bermula pada suatu ketika, salah seorang teman di BBM ngasih tau tentang sebuah serial Thailand yang lagi rame dibicarain di Twitter. Judulnya “Hormones The Series”. Dia sendiri belum nonton. Dan awalnya kupikir dia yang bernafsu buat nonton.

Karena penasaran, aku hunting ke lapak DVD. Di sana, aku nemu Hormones versi filmnya. Tanpa ekspektasi apa-apa, aku beli lalu menontonya. Daaan…. Kayaknya Thailand itu demen banget ya bikin film omnibus. Bukan barang baru, ternyata Hormones itu film produksi tahun 2008 atau 2009 (kalau nggak salah). Dan aku langsung jatuh cinta sama film itu. Selain para pemainnya, ceritanya pun bener-bener cute, terutama cerita soal si sepasang sahabat cowok yang bersaing dalam segala hal, terutama buat ngedapetin nomor ponsel seorang cewek yang sama-sama mereka taksir. Oke, itu berarti bahwa aku harus nonton Hormones The Series.

Buka Youtube, nemulah banyak video Hormones The Series, dari mulai trailer, sampai episode lengkapnya. Pas nonton episode pertama… Oh ternyata beda banget dari Hormones versi filmnya. Dan… agak… hmmm… Err… Otak masih mikir dan hati masih siul-siul belagak nggak peduli. Lalu, menjelang akhir episode pertama… Oh. Ya. Ampun. Ini. Keren. Dan aku nggak sabar untuk nonton episode keduanya. Dan. Begitulah. Seterusnya.

FYI aja, sebenernya aku jarang banget nonton serial. Agak males. Tapi, enggak untuk Hormones The Series. Tiap kali nonton Hormones The Series ini, nggak ngerti deh, aku berasa punya ikatan batin dengan semua karakter di dalamnya. Ketika di satu episode lagi nyeritain karakter siapa, aku berasa kayak lagi ada di sebelah dia, ngobrol sama dia, nepuk bahu dia, ikut ngerasain apa yang dia rasa, bahkan di satu titik aku ngerasa kalau dia adalah refleksiku.

Aku baru nonton 8 episode, dan semuanya bener-bener berkesan buatku. Tepuk-tangan-sambil-berdiri deh buat sutradara dan penulis ceritanya. Setiap episodenya bener-bener hidup. Dan lebih dari itu, setiap menonton serial ini, dadaku terasa hangat dengan cara yang nggak bisa kumengerti. Lalu, setiap episodenya berakhir, aku bakal nahan histeria dan euforia karena nggak ada temen buat berbagi cerita. Temenku yang ngerekomendasiin waktu itu malah belum nonton dan nggak semangat gitu. Hih. Tapi aku punya satu temen yang selalu aku pengaruhi buat nonton serial ini. Yang setiap aku selesai nonton, aku bakal langsung laporan ke dia. Mungkin sekarang dia udah eneg dan muak ya. Hahaha.

Berbicara soal karakter-karakternya, aku suka semuanya. Mereka punya porsi yang proporsional. Kalau dipaksa harus memilih satu yang terfavorit, pilihanku jatuh pada Mhog. Kenapa? Karena karakter dia mirip denganku. Hahaha. Dan entah kenapa, rasa simpatiku yang paling besar (sejauh ini) tertuju kepada Sprite, si cewek gampangan yang sebenernya manis dan rapuh banget.

Oke deh, segini dulu cerita soal Hormones The Series dari seseorang yang lagi dilanda Hormones Fever ini. Lain kali disambung lagi.

Sekarang, sambil nulis postingan ini, aku lagi dengerin soundtracknya, dan ini bener-bener enak banget! Aku bahkan sampai suka sama musik openingnya yang nggak ada vokalnya itu, lalu back sound di semua adegannya.

Ah, apa pun yang berhubungan dengan serial ini bakal aku bilang keren, enak, indah, unyu, cute, dan semua kata yang merujuk pada makna itu. Karena rasanya emang bener-bener kayak lagi jatuh cinta lagi.❤

10 thoughts on “Lagi Jatuh Cinta Lagi

  1. kalo ngmongin soal film thailand gak ada yang minat gwe ceritain karna tmen gwe pda g suka yg berbau luar negri T.T #curhat
    kembali kepokok gwe jga pertama kali nntn film thailand love of siam ,duh keinget mario botak #plakk
    film hormones ini blum nntn gwe pnasaran bget ,minta rekomendasi dong film thailand #please hehehehe

  2. aaaah aku tdi nonton dikompas tv setiap senin-jum’at huhuhuuuu
    baru nonton Episode pertama aku udah lngsung jtuh cinta ..
    feel remaja nya dpet bgt,,
    aku merasa aduh ini passs bgt sama kehidupan remaja zaman sekarang.

  3. Kalo dvd thai movie.. hampir dapet ratusan tu… jujur lebih suka thai movie krn ceritanya sedrhana dan natural.. selain itu kocaknya sejadijadinya polos mereka… kalo hormonesjuga ikutin.. cm gak kelar..skrang lg ikutin season 2nya udah tayang 11 episode.. baru jonton sampe episode 7.. nyari dvd hormones the series ga pnah dapet.. hiksss ada yg tau nyari dmana ya selain di youtube?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s