Ayu


Dear Ayusara,

Apa kabar? Semoga baik-baik dan sehat selalu di negeri orang. Udah ketemu cowok Phuket yang unyu? Hehe….

Satu hal yang selalu kuingat dan rasanya bakal sulit kulupakan adalah pertemuan pertama kita. Kamu masih ingat? Sore itu, kita janji bertemu untuk nonton bareng Final Destination 5 di Ciwalk. Itu adalah salah satu film favoritku yang selalu kunantikan sekuelnya setiap tahun. Jadi, sebisa mungkin aku datang tepat waktu, nggak boleh melewatkan satu menit bahkan satu detik pun dari film itu.

Aku meminta persetujuan kamu untuk masuk studio lebih dulu, dan kamu yang masih berada di kawasan Setiabudi mengizinkanku. Mungkin kedengerannya egois. Tapi aku yakin kamu sangat memahami situasi itu. Meski kita belum pernah bertemu dan hanya saling berinteraksi di jejaring sosial dan seluler, aku merasa kamu adalah sosok yang bersahabat dan menyenangkan.

Jadi, aku pun masuk studio tanpa kamu, dan menitipkan satu tiket atas namamu kepada perempuan cantik penjaga pintu.

Sekitar lima atau sepuluh menit setelah film dimulai, kamu baru datang. Kamu berlari menuju tempat duduk di sebelah kiriku, dan tiba dengan napas terengah-engah. Aku jadi tidak enak. Mungkin seharusnya kita memilih cara lain untuk bertemu, supaya aku tidak perlu tergesa-gesa dan kamu tidak harus terburu-buru. Dan aku baru menyadari kalau aku salah memilih film untuk ditonton bersama kamu, saat kulihat ternyata kamu lebih banyak menutup mata dengan tanganmu daripada terus melotot menikmati film seperti yang kulakukan.

Dan saat film berakhir, lalu lampu dinyalakan dan kita beranjak ke luar, tiba-tiba kamu bilang, “Ya ampun, Akang…!” Membuatku terkejut dan bertanya ada apa. Kamu melanjutkan, “Ternyata Akang lebih kecil dari yang aku pikirkan.” Dan aku pun serasa menciut saat itu juga.

Hahaha. Enggak. Itu sama sekali bukan awkward moment buatku. Itu justru unyu moment. Lalu, unyu moment itu berlanjut saat kita ngobrol-ngobrol sambil makan (karena kata Mama, kita nggak boleh makan sambil ngobrol). Aku ngerasa nyaman ngomongin apa pun sama kamu. Bahkan, ada hal-hal yang enggak perlu aku utarakan secara gamblang dan mendetail, karena kamu udah cukup paham dengan satu kata atau kalimat yang kukatakan. Kamu tuh nggak cuma pinter, tapi juga punya kepekaan.

Oh, nggak cuma itu, kamu tuh dilahirkan dengan banyak hal menyenangkan dan membanggakan. Personalti yang baik dan seru, ramah, rendah hati, cantik, seksi, enggak sombong, rajin ngupload video ke YouTube dan Facebook, dan punya segudang bakat dan kemampuan yang luar biasa.

Aku jadi rajin nonton Indonesian Idol kemarin sejak kamu lolos audisi 27 besar (cmiiw). Dan apa pun yang terjadi setelah itu, aku nggak peduli, pokoknya aku bangga sama kamu, bangga udah kenal kamu, bangga pernah nonton bareng dan ngobrol-ngobrol unyu sama kamu, pokoknya aku bangga sama Ayu. Bukan karena semata apa yang udah berhasil kamu raih, melainkan karena sikap, mental, semangat, dan segala usaha serta kerja keras kamu untuk ngeraih semua itu.

Kamu inget nggak? Waktu kita duduk-duduk di bawah pohon depan PVJ sambil nungguin Bus-nya Kiky, kita ngobrol-ngobrol soal passion. Soal hidup dengan passion dan untuk passion. Soal aku yang nggak bakal berhenti nulis meskipun udah nggak ada yang mau baca tulisanku selain diriku sendiri. Soal kamu yang nggak bakal berhenti nyanyi dan ngupload video ke YouTube meskipun hanya untuk kepuasan batin kamu sendiri. Soal proyek-proyek kita masing-masing. Soal betapa bahagianya hidup yang dijalani atas nama passion.

Saat itu aku berpikir, waktu aku seusia kamu, apakah aku sudah memikirkan hal-hal sefilosofis itu? Apakah aku sudah melakukan hal-hal yang sudah kamu lakukan? Aku bahkan nggak inget waktu seusia kamu, apa saja yang kupikirkan dan sudah kulakukan untuk memenuhi passionku itu.

Sekarang, aku sedang membayangkan, bagaimana kamu saat seusiaku nanti. Aku optimis, bukan cuma pemikiran yang dewasa dan matang, melainkan juga karier dan kehidupan kamu bakal demikian. Aku percaya itu. Dan aku bakal berdiri di barisan orang-orang yang bahagia dan bangga akan hal itu.

Kamu tau? Kalau suatu hari nanti aku punya anak perempuan, aku bakal menamainya Ayu, atau minimal ada nama Ayu di dalamnya. Bukan karena semuan nama Ayu yang kukenal di hidupku punya kesan dan kenangan menyenangkan, melainkan juga karena untuk alasan yang sulit kujelaskan, aku sangat menyukai nama itu.

Sebelum mengakhiri surat ini, aku mau bilang, aku kangen sama Ayu. Kangen jalan dari PVJ ke Sukajadi lagi. Hahaha…. Dan, oh iya, aku minta oleh-oleh cerita dan pengalaman seru selama kamu mengikuti dan menjalani program pertukaran pelajar di Phuket sana.

Ya udah deh, aku baru pulang kerja dan mau mandi. Selamat malam, semoga kita bisa berjumpa lagi. :*

Bandung, 1 Februari 2013


D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s