Dear Little b


Dear Little b,

Saat aku sedang menunggu waktu pulang sambil menatap ke luar melalui jendela yang lembap oleh hujan, tiba-tiba saja aku seperti melilhat siluet wajah kamu di langit, di antara gumpalan awan kelam. Wajah kamu dengan ekspresi aneh tapi membuatku nyaman memikirkannya sampai kulihat bias bayanganku di jendela yang sedang tersenyum sendiri. Dan aku pun mengakhirinya.

Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin kuungkapkan kepadamu. Terlepas dari apakah kamu bakal mengacuhkannya atau tidak, aku sendiri memilih untuk tidak mengacuhkan reaksimu. Hanya saja, aku masih bingung bagaimana harus bersikap kepadamu, bagaimana harus berkata-kata denganmu, bagaimana harus memperlakukanmu.

Surat ini bisa jadi surat pembukaku yang tak secara berkala akan diikuti surat-suratku berikutnya, bisa jadi sekaligus surat terakhirku untuk kamu. Aku tidak tahu. Kalaupun kamu mempertanyakan kenapa aku menulis surat untukmu, satu-satunya jawaban yang kupunya hanyalah karena aku menginginkannya.

Semoga senja-mu indah dan menyenangkan, seperti perasaan-perasaan yang datang padaku setiap kali aku mengingatmu.

Bandung, 30 Januari 2013

D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s