Surat untuk Angin


Angin,

Aku tidak tahu bagaimana harus memulai. Kalau aku langsung bilang, aku jatuh cinta kepada dia, rasanya itu terlalu terburu-buru. Tapi aku harus bagaimana lagi kalau kenyataannya memang begitu?

Aku juga tidak tahu bagaimana harus menjelaskan mekanisme pertumbuhan dan perkembangan perasaan itu dari sejak ia hanya serupa letupan biasa hingga menjadi getaran istimewa seperti sekarang. Segala kerumitan itu pada akhirnya kusederhanakan menjadi sebuah kesimpulan bahwa aku jatuh cinta, kepada dia.

Aku belum mau menyebut namanya. Aku juga masih harus menimbang-nimbang apakah dia perlu tahu atau tidak. Aku takut. Aku masih belum siap menghadapi kemungkinan terburuk. Aku memang pengecut.

Jadi, melalui surat ini, aku hanya ingin memberitahumu tentang hal itu. Pada saatnya nanti, kamu bakal tahu siapa dia yang kumaksudkan. Menurutku, itu bukan perkara berat bagimu, wahai Angin. Sebab dia bukan seorang anak rumahan sepertiku. Dia adalah seorang petualang, pencinta negeri, pencinta alam, pencinta jalan-jalan, penakluk pegunungan, pemotret pemandangan, dan pencuri hati profesional.

Jadi, kamu bisa bertemu dengan dia di alam terbuka, di pegunungan, di suatu tempat yang sudah masuk ke dalam daftar destinasi jalan-jalannya, atau saat dia sedang merenung sendirian di tepi sebuah danau untuk melepaskan segala kenangan. Dan pada saat itu, kamu boleh membisikkan di telinganya, bahwa aku telah jatuh cinta kepadanya. Itu saja.

Bandung, 23 Januari 2013

D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s