Selamat Pagi, 3 Juni


Ada pagi yang tak pernah pergi, yang senantiasa setia menanti aku terbangun di setiap hari.

Ada pagi yang tak pernah pergi, walaupun aku malas mandi.

Ada pagi yang tak pernah pergi, yang selalu menghadirkan hangat matahari dan menghantarkan semangat menjalani hari, walaupun terkadang aku tak peduli.

Hari ini aku terbangun dan belajar menyadari bahwa pagi begitu anggun dan berarti. Dinginnya menyejukkan panas hati, dan hangatnya memeluk beku jiwa. Dan ternyata, pagi memiliki aroma tersendiri. Aroma yang menawarkan harapan dan semangat juang mewujudkan mimpi indah kita tadi malam.

Kuakui bahwa aku memang tidak begitu mencintai pagi. Melewatkan kesempatan melihat indahnya semburat fajar tak lantas membuatku merasa gusar alih-alih rugi. Mengabaikan kesegaran udaranya tak juga membuatku menyesalinya. Dan memulai hari ketika pagi mulai berganti siang kerap menjadi kebiasaan.

Mungkin karena aku terlalu mencintai malam, yang begitu menawan dan sulit kugenggam. Yang senantiasa hadir dengan gaun indahnya yang berwarna kelam, misterius bak teka-teki yang harus kupecahkan. Yang menawarkan kemewahan dalam bentuk kegelisahan dan kegundahan memabukkan yang kemudian menjadi candu yang tak bisa ditolak. Dan karena malam selalu menyimpan banyak cerita yang membuatku larut dalam takjub dan nganga. Yang selalu membuatku ingin bersamanya berlama-lama.

Hari ini aku terbangun dan dibisiki sesuatu. Bahwa, pagi tak akan pernah pergi, begitu juga dengan malam hari. Pagi akan tetap hadir dengan cintanya yang murni, dengan kasihnya yang bersih, dan dengan kesediaannya memberi tanpa mengharap pamrih. Dan malam pun akan tetap datang dengan segala kenakalannya yang menawan meski tetap tak tergenggam.

Lantas, apa yang harus kukhawatirkan? Apa yang perlu kutakutkan? Aku tak akan kehilangan apa pun dari kedua hal yang bukan milikku satu-satunya itu. Dan, bukankah masih ada siang juga sore yang tak kalah indah dan menyenangkan?

Pagi akan selalu mengobati segala luka hati dan menggantikan cinta yang kuhabiskan semalaman. Begitu pun dengan siang dan sore yang akan selalu memberikan penghiburan atas rasa bersalahku terhadap pagi dan kekecewaanku terhadap malam hari. Dan malam akan selalu datang membawa persoalan, teka-teki yang harus dipecahkan, dan pencarian-pencarian yang tak pernah usai, yang membuat hidup tak berhenti berputar.

Selamat tanggal 3 Juni untuk diriku sendiri dan orang-orang yang menganggapnya berarti.

Terima kasih, Pagi. Dan selamat pagi. Bolehkah aku tidur lagi?[]

One thought on “Selamat Pagi, 3 Juni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s