Eulogy


Apakah perjumpaan bisa diulang dan perasaan bisa dibuang?

Dia pikir, semuanya akan berjalan baik-baik saja setelah mereka berjumpa dalam sebuah perjamuan takdir yang memabukkan. Dalam satu kebetulan  yang menyerupai Serendipity. Satu pertanyaan yang bereproduksi menjadi puluhan hingga ratusan jawaban pendek dan panjang yang menyenangkan. Satu kesamaan yang menutup mata dan telinga dari segala perbedaan dan kenyataan.

Dia pikir, segalanya akan selalu menjadi kebahagiaan setiap kali mereka berjumpa di sela-sela kesibukan. Dalam setiap perbincangan tentang sinar matahari pagi yang menghangatkan. Tentang cuaca siang hari yang sulit diprediksikan. Tentang langit senja yang menawan. Tentang atmosfer malam yang melejitkan segala kegalauan dan kegundahan. Tentang orang-orang menyebalkan yang justru malah berpotensi menjadi bahan tertawaan. Tentang perasaan apa pun yang setelah dibicarakan berdua akan bermutasi menjadi perasaan senang dan bahagia yang tiada dua.

Tetapi, dia tidak pernah berpikir bahwa dunia hanya milik mereka berdua.

Dia tahu bahwa dirinya bukanlah yang pertama, apalagi satu-satunya. Dia juga tidak pernah berharap untuk bisa berada di posisi sana.  Dia hanya menikmati saat-saat kebersamaan mereka berdua, di tengah kepenatan hidup dia, di tengah kejenuhan ia dengan kekasihnya.

Itu saja.

Dan dia tahu bahwa rindu adalah jawaban yang keliru ketika mereka tak bisa bertemu. Dia juga sadar bahwa cemburu bukanlah hak baginya jika ia tak mengacuhkannya. Dan dia pun menyadari bahwa jatuh cinta tak mungkin terjadi hanya karena mereka terbiasa dengan ritual pertemuan dan perbincangan yang kerap terjadi siang malam.

Tetapi, dia tidak tahu apa yang seharusnya dia rasakan dan dia katakan ketika semakin hari, segalanya mulai terasa tak lagi baik-baik saja, dan tak lagi ada kebahagiaan yang seperti biasanya. Seharusnya, dia tahu apa penyebabnya. Dan semestinya, dia mengungkapkan semuanya.

Tetapi, dia merasa, semua ini memang salahnya sendiri. Seharusnya mereka tak perlu berjumpa; dan semestinya dia mengabaikan semua kebetulan, kesamaan, dan segala pertanda kemungkinan tentang sepasang sayap yang sebentuk dan seukuran, yang layak untuk diterbangkan dan menerbangkan. Dan seharusnya, dia tak perlu membawa serta segala perasaan, kecuali hanya untuk bersenang-senang.

Tetapi, apakah perjumpaan bisa diulang dan perasaan bisa dibuang?

Dia tidak tahu.

[image source]

Satu hal yang dia tahu sekarang.

Sebuah ucapan.

Selamat tinggal.[]

***

5 thoughts on “Eulogy

  1. mungkin aku yang sok tahu, karena memang aku tidak tahu.
    tapi kamu perlu tahu, sepayang sayap tak perlu sebentuk dan seukuran, untuk dapat terbang, dan menerbangkan.

    mungkin aku yang sok tahu, karena memang aku tidak tahu.
    tapi kamu perlu tahu, aku merasa kehadiranku ditengahnya, turut serta dalam ke-tak lagi baik-baik saja-an itu.
    untuk itu, andai ada, apa yang bisa kuperbaiki sebagai penebusnya?

    mungkin aku yang sok tahu, karena memang aku tidak tahu.
    tapi kamu perlu tahu, simpanlah baik-baik perjumpaan dan perasaan.
    karena kuharap, selamat tinggal, bukanlah akhir.

          • Jika mengulang pertemuan dan membuang perasaan adalah mustahil, kenapa tak kau coba mengakhirinya dengan menyampaikan alasan dan salam manis perpisahan?

            Bukankah tidak adil jika kau meninggalkan sesuatu tanpa sedikit pun pernyataan.
            Bukankah egois jika kau membiarkan beribu pertanyaan tanpa sedikit pun jawaban.
            Bukankan jahat jika kau membiarkan sesorang tenggelam dalam keresahan tanpa sedikit pun pertolongan.

            Tentang keceriaan yang terbentuk. Tentang rahasia-rahasia yang terceritakan. Tentang keluh dan kesah yang terbagi. Dan tentang kesediaan memberikan judul “eulogy” untuk salam perpisahan yang tak cukup indah. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s