Mengawali April


Minggu pagi. Hampir pukul delapan. Menyalakan ponsel dengan sedikit harapan ada pesan masuk atau sekadar panggilan tak terjawab dari seseorang. Menyadari kenyataan yang tak sesuai pengharapan. Menyadari masih pusing dan tak enak badan. Menikmati sakit di tenggorokan. Memandangi kiriman paket dari seseorang yang belum dibuka sejak ia datang. Mengulat di tempat tidur, tanpa tahu kapan harus bangun.

Pagi pertama di bulan April. Masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, di bulan-bulan apa saja. Mengganti display picture di aplikasi BBM. Melihat recent updates. Membaca status seorang teman: “Tau2 udah mau 1/3 taun! Udah bikin apa aja aku?” Dan kemudian kalimat itu terus bergaung.

Semalam, saya sempat menuliskan rencana, sebuah gagasan, semacam pergerakan. Namun seperti biasa, semua itu tak benar-benar saya tuntaskan. Kelelahan kerap menjadi kambing hitam. Sialan, memang.

Mengingat ini awal bulan, tak ada salahnya jika saya menaruh sedikit harapan dan sebanyak-banyaknya semangat untuk lantas merealisasikan rencana itu. Membuat jadwal. Menyusun skala prioritas. Dan yang paling penting: komitmen. Disiplin. Saya mulai harus bersikap tegas, terutama terhadap diri saya sendiri.

Tidak ada yang istimewa di bulan April ini, seperti April-April sebelumnya. Dalam setahun, memang hanya ada beberapa bulan yang saya tandai sebagai bulan istimewa, salah satunya adalah bulan kelahiran saya😀.

Tapi, beberapa tahun yang lalu, saya pernah bermimpi, masa berlaku KTP saya habis di bulan April. Dan kemudian mimpi itu saya terjemahkan secara membabi buta, bahwa mungkin itu berarti pertanda masa penghabisan saya… ah, sudahlah, sangat konyol, memang. Sampai saking takutnya, saya sempat sedikit frustrasi pada saat itu. Bahkan, saya pernah menulis cerpen agak horor tentang hal itu. Maka, ketika sudah lewat bulan April, perasaan saya kembali lega. Dan kekhawatiran kembali datang ketika bulan April mulai tiba. Ya, ya, ya, memang sangat konyol.

Hari ini saya tidak punya rencana spesifik untuk dilakukan. Mungkin hari Minggu ini akan berlalu dan berakhir seperti Minggu-Minggu sebelumnya. Memundurkan waktu sarapan, makan siang, makan malam, dan terutama mandi. Ah, ya, badan saya pun masih terasa tidak enak. Serasa remuk. Kepala masih pusing. Tenggorokan masih sakit. Dan jodoh masih disembunyikan di tangan Tuhan.

Oke, kita mulai hari ini dengan sarapan, dan kembali tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s