Bulan Kedua Puluh Empat


11 Januari, dua tahun yang lalu.

Ia terbangun dengan kantuk yang masih menggunung. Ah, lebih tepatnya, ia dibangunkan seseorang. Ibunya. Sudah lewat dari pukul lima, dan ibunya yang masih mengenakan mukena, membangunkan ia untuk sholat subuh. Tak ada yang baru dari rutinitas hari itu. Kecuali, sebuah kenyataan bahwa ia resmi meninggalkan predikat pengangguran yang sudah disandangnya selama berbulan-bulan.

Tak ada yang lebih mendebarkan dari saat-saat pertama, terutama baginya. Dalam hal apa pun. Proses adaptasi layaknya sebuah permainan yang pada akhirnya menentukan apakah ia kalah atau menang. Ia tak setangguh manusia kebanyakan. Namun, ia bisa jadi lebih tangguh dari yang dibayangkan, jika segala sesuatunya terasa memungkinkan.

Satu hal yang ia rasakan tatkala menempati meja kerjanya untuk pertama kali: nyaman. Ruang kerjanya tak jauh beda dengan suasana kamarnya yang bersahaja. Ia tidak berbicara tentang hal-hal material, melainkan kebutuhan personal. Entah bagaimana harus menjelaskan detailnya, hari itu ia merasa senang, dan telah menang.

Hari itu berbeda dari hari pertama-hari pertama yang pernah dilaluinya. Ia jatuh cinta pada ruangan dan meja kerjanya, pada perangkat komputer yang membantu pekerjaannya, juga pada tugas-tugas yang harus dikerjakannya. Ia menikmati detik-detik kebersamaan mereka. Dan ia pun menyukai atasan dan rekan-rekan kerjanya.

***

11 Januari, satu tahun yang lalu.

Beberapa kali, komputernya diganti. Beberapa kali, meja kerjanya berubah-ubah posisi. Bahkan, beberapa kali pula teman-teman kerjanya datang dan pergi, berganti-ganti. Tetapi ia masih tetap setia pada meja kerjanya. Juga pada jendela di dekat meja kerjanya.

***

11 Januari, saat ini.

Ia sedang mengetik, mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi selama dua tahun terakhir ini. Di tempat ini. Dua tahun yang mungkin tak akan didapati dan dijalaninya di tempat lain. Dua tahun yang terasa singkat seperti hari ini dan kemarin.

Dua tahun, rentang waktu kebersamaan yang bahkan tak pernah terjadi dalam hal relationship-nya dengan siapa pun.[]

Bandung, 11 Januari 2012, 11:12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s