dua cup eskrim; dua rasa; dua cerita (mungkin tiga, atau empat)


kamu tahu kenapa saya suka duduk di sini?

lihat ke sana, ke seseorang yang sedang menuang eskrim ke dalam cup atau cone itu! dia tampak lucu. sejak malam minggu itu, saya jadi bersemangat datang ke mari, dan duduk di sini. sendiri.

“jadi, kamu mau cerita soal tukang eskrim itu?” kamu bertanya.

mungkin nanti. setelah terjadi sesuatu di antara kami. ketika ia menyadari keberadaan seseorang yang sering datang ke mari dan diam-diam memperhatikannya. ketika akhirnya kami berkenalan, dan mungkin hingga bertukar nomor ponsel. dan dari situlah semuanya berproses. lumayan kan, selain bisa dekat dengannya, juga bisa dapat jatah lebih eskrimnya.

“ah, terlalu di awang-awang. cerita tentang dia aja!”

dia–siapa? dia–oh, dia. ya, dia. baik-baik saja.

“hubungan kalian?”

baik-baik saja. manis. dingin. agak keras. warna-warni. seperti mcflurry dengan permen coklat warna-warni ini.

“eh, itu coklat chacha kan? ” bukan. ini mirip mnms. tanpa kacang di dalam. rasanya lebih enak. nge-blend banget sama eskrimnya.

omong-omong, hubungan kamu dengan dia, apakabar?

“manis. dingin. agak pait. kayak eskrim moka ini. dia baik banget. tapi kadang terlalu baik juga ngga baik. dan yang bikin aku kesel, dia ngga pernah mau cerita kalau aku ngga nanya. dia ngga pernah ada inisiatif.”

yah, hidup tidak pernah memberikan semua yang kamu inginkan. kadang-kadang, saya berpikir, kalau kita tidak perlu mengejar sesuatu yang terlalu sulit dan jauh, kita cukup menerima apa yang diberikan hidup untuk kita.

saya sayang sama dia, tapi dia belum tentu punya sayang yang sama terhadap saya. dia juga tidak cukup mampu memahami saya.kamu sayang sama dia, tapi dia-nya kamu juga bersikap hampir sama dengan dia-nya saya.

kita merasakan hal yang sama. bahkan saling tahu dan paham apa yang kita mau dan kita inginkan.

lantas, kenapa kita tidak jadian? mungkin segalanya bisa berjalan lebih mudah dan indah.

tapi, kita selalu memilih eskrim dengan rasa yang berbeda. agar kita bisa saling berbagi, tanpa harus membeli lagi.[]

One thought on “dua cup eskrim; dua rasa; dua cerita (mungkin tiga, atau empat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s