Minggu Pertama di Bulan Puasa


(Ngga) kerasa hari ini udah masuk hari ke-7 puasa. Mungkin karena ngga ngerasa “dibebani” Catatan Kegiatan Ramadhan kayak zaman masih unyu-imut dulu. Ya, saya pribadi ngerasa, semakin bertambahnya usia, semakin berkurang “beban” saat puasa. Kedengaran aneh sekaligus biasa, atau malah sebaliknya. Entahlah.

Dulu, Ramadhan itu identik dengan amaliah-amaliah spesial. Solat berjamaah, tadarus secara intens bakda solat fardu, taraweh dan solat sunnah lainnya setiap hari, kuliah subuh, sampai ngabuburit bareng. Sekarang, Ramadhan hampir ngga ada bedanya dengan bulan-bulan biasa, hanya meniadakan sarapan dan makan siang saja. Tadarus? Taraweh? ….

Jadi, itu yg dimaksud “beban”?

Seharusnya bukan. Lebih tepatnya, tuntutan kewajiban. Ah, seharusnya itu sebuah kesadaran. Beberapa orang bilang, beribadah sebaiknya dilandasi kesadaran dan keikhlasan. Beberapa lagi bilang, beribadah perlu diupayakan, bahkan nyaris dipaksakan. Oke, itu sangat personal. Dan sebagai manusia dewasa, seseorang punya hak dan alasan untuk melakukan dan/atau tidak melakukan sesuatu. Seseorang punya caranya sendiri bernegosiasi dengan Tuhan, dan menyadari segala konsekuensi yang diberikan.

Di luar “zona spiritual” itu, Ramadhan tahun ini memberi saya pengalaman berbeda. Hari pertama puasa adalah hari terberat saya. 3 masalah serius datang sekaligus. Maag, radang tenggorokan, pusing. Tapi saya tetap masuk kerja, dan benar-benar kehabisan tenaga. Setiba di rumah cuma bisa selonjoran dan tiduran. Tapi alhamdulillah, puasa tetep lancar.

Saya percaya, tubuh saya perlu waktu untuk beradaptasi. Dan ternyata benar. Hari-hari berikutnya, keluhan-keluhan itu mulai mereda meski belum sepenuhnya hilang. Rajin minum obat maag lumayan membantu. Dan untungnya saya memiliki aktivitas yang bisa mengalihkan gangguan itu. Pekerjaan. Koleksi DVD dan buku bacaan. Nulis-nulis ngga jelas. Twitteran.

Hari ke-7 baru dimulai. Semoga ada pengalaman baru, hikmah baru, dan cerita baru. Dan semoga dihindarkan dari segala kesusahan, dikuatkan dari segala godaan.[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s