Anunyadadun Ada 2?


Anunyadadun Ada 2?

Ketika berada di salah satu puncak kenarsisan, saya pernah membuat tulisan berjudul “Kata Orang, Saya Memiliki Wajah yang Universal” yang saya post di Multiply dan WordPress. Dan komentar yang masuk cenderung bernada menertawakan. Ada juga yang bilang pasaran. Ada lagi yang numpang curhat, mengaku merasa memiliki kesamaan nasib.

Kali ini, sungguh, alih-alih merasa berada di puncak kenarsisan, saya justru sedang merasa di puncak kenikmatan… ups, ralat, ralat. Saya sedang merasa… entahlah, mungkin aneh atau semacamnya.

Jadi, satu hari yang lalu, sepupu saya yang baru pulang dari kunjungannya ke sebuah kampus (yang ternyata bersebelahan dengan tempat kerja saya) datang ke rumah dengan membawa sebuah HADIAH. Wew, hadiah? Kedengarannya indah…

Sepupu saya tiba-tiba bertanya pada ibu saya, apakah saya terlahir kembar siam atau semacamnya. Kemudian ia menunjukkan sebuah pas foto berukuran 3 x 4 yang ditemukannya di lantai kampus itu.

Dan foto itu pun tiba di tangan saya…

Ya ampuuuuuuuun…

Saya sungguh ingin menyangkal fakta kecil dan tidak penting (yang kemudian menjadi sangat penting, tetapi saya pikir itu sama sekali tidak penting), bahwa wajah dalam foto itu sangat mirip dengan saya.

Tadinya mau saya scan, lalu membikin perbandingannya dengan muka saya. Tapi, ah… mari kita bayangkan saja wajah seorang dadun (tapi bukan dadun) dalam sebuah pas foto 3 x 4 berjas hitam, berkemeja putih, berdasi merah, dengan latar belakang warna biru… Hampir 90% wajah kami benar-benar mirip. Garis wajah, mata, alis, hidung, mulut, jenggot (ya ampun, kami sama-sama berjenggot tipis), belahan rambut, sampai bentuk leher lengkap dengan tonjolan jakun. Satu-satunya perbedaan mencolok adalah, tapi-bukan-dadun ini memakai kacamata ber-frame lebar. Yaampun… bayangkan, untuk sebuah pas foto formal, tapi-bukan-dadun ini memakai kacamata yang biasa dipakai anak-anak jaman sekarang sebagai sarana bergaya ala anak culun. Ups… culun?

Konon, oh, konon, setiap orang memiliki kembaran (tapi bukan saudara kembar) yang tersebar di seluruh dunia.

Dan, konon, oh, konon, ketika kita bertemu dengan salah satu kembaran itu, berarti kita semakin dekat dengan kematian. Sigh…***

8 thoughts on “Anunyadadun Ada 2?

  1. Ho.. yang bner dun kalau sampe ketemu sama kembaran kita yg tersebar dekat dengan kmatian?

    Waktu anak2 foto bareng hari minggu yg lalu mereka juga sempet nyangka situ ada di tempat layanan cetak foto digital, eh ternyata bukan. Orang yang disangka itu mirip pisan :))

    *mencari-cari yang mirip dengan saya*

  2. Ya..ya.. diriku juga pernah mengalaminya. Waktu kuliah Ada dua orang mahasiswa yang (katanya) mirip sama diriku. Dan aku beberapa kali disapa orang yang ga kukenal..^^

    Postinganmu mengingatkan aku pada tema ceritaku ^^

  3. eh, cumi… geus maneh tong mikir nu hanteu-hanteu…
    heu euh lah, maneh alus potona meuni astistik…
    ieu urang nuliskeun link ka MP, ke ett urang jadi kuntek nya?
    komo, urang mah sok disangka si tante, adina ci mamah… terbayang betapa jadul wajahku kalok begitu 😀

  4. wi aku juga gaq percaya kalau su en meninggal dia
    kan tu cantik ,sayang kalau dia tu meninggal
    besok saya akan cek gimana keadaan su en tu oke besok
    kan saya ke luar negri oke tunggu aku kesana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s