Merasa Bersalah


Kepada seseorang yang mengajak makan malam, dan saya tidak acuhkan; maafkan saya. Bukan maksud hati menolak penawaran. Kalau kamu paham, saya sedang tidak ingin diusik. Dan kalau kamu lebih bisa memahaminya lagi, saya sedang tidak menginginkan kamu. Maaf.

Ah, mungkin ini semacam realisasi kecil dari ‘ingin memiliki tapi tak ingin dimiliki’.

Dan kepada seseorang yang selalu memberikan kebaikan, menawarkan rasa aman, meluputkan kesedihan; maafkan saya. Bukankah saya sudah bilang, kalau hujan tidak turun, dirimu tidak usah datang? Jadi, bukannya saya kesal, melainkan, kau tahu, rasa aman berlebihan justru membuat saya semakin ketakutan. Maaf kalau saya sempat sedikit membentak.

Ah, mungkin ini semacam bentuk kecil dari ‘saya membutuhkanmu, dan tidak melebihi itu’.

————————————–
Bandung, 21 April, 2009 : 13.31

5 thoughts on “Merasa Bersalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s