Report Amaliah Ramadhan [sedikit pengakuan dosa]


Report Amaliah Ramadhan [sedikit pengakuan dosa]

Melihat Buku Ramadhan adik saya, tiba-tiba jadi inget jaman-jaman SD/SMP/SMA. Jadi inget, dulu isi tuh Buku Ramadhan hampir 80% bullshit alias rekayasa hanya demi mendapatkan nilai baik untuk pelajaran Agama. Duh, berdosanya saya [ampun…].

Untuk bagian “apakah-hari-ini-kamu-puasa?” saya isi apa adanya karena memang sejak kelas lima SD saya sudah bisa full puasa [5 SD? Duh, kalah sama anak TK sekarang, Dun!].

Adapun hal-hal yang direkayasa, biasanya:

1. Tentang shalat berjamaah [J] atau munfarid [M], juga tarawih [T]

FIKTIF: saya konsisten mengisi “J” untuk kolom shalat Isya, Shubuh dan Ashar. Mengisi “M” untuk kolom shalat Magrib dan Dzuhur. Untuk shalat tarawih, biasanya selama 20 hari pertama saya isi full, selanjutnya saya biarkan bolong sekitar lima sampai tujuh kali.

FAKTA: untuk beberapa hari di awal puasa, saya memang rajin shalat berjamaah. Sisanya, hanya Isya dan beberapa Shubuh saja saya berjamaah. Bahkan terkadang saya lalai shalat, tersering Ashar. Begitu juga dengan shalat tarawih, bolong sebenarnya bisa lebih dari tujuh kali.

2. Tentang tadarus

FIKTIF: saya selalu menuliskan jumlah ayat secara konsisten, misalnya 50 ayat per hari [berapa pun jumlah ayat dalam setiap surat… *you know lah maksudnya*].

FAKTA: saya rajin tadarus biasanya di awal-awal puasa. Ke sananya kadang ngaji kadang tidak. Tapi tetap, kebohongan yang saya buat selalu berdasarkan aksioma dan logika-logika. *halah, tetep aja boong, Dun*

3. Tentang kultum/kuliah Subuh

FIKTIF: saya selalu rajin mengisi baris-baris yang harus diisi dengan ceramah para ustadz, lengkap dengan tanda tangan dan stempel mesjid.

FAKTA: seperti biasa, di awal-awal puasa, semuanya jujur apa adanya. Ke sananya, yuk yak yuk… biasanya hanya meminta stempel mesjid saja hingga akhir halaman, kemudian urusan tanda tangan, Dadun ini cukup piawai meniru/menciptakan tanda tangan yang sesuai dengan nama sang ustadz. Mengenai isinya, banyak sumber yang mengilhami, seperti buku Ramadhan tahun sebelumnya, buku-buku agama, bahkan sampai mengarang bebas.

***

Duh, kalau dipikir-pikir, Ramadhan dulu-dulu dipenuhi kebohongan yang tentu saja berniali dosa. Ampun, ya Allah…

Dan, penyesalan memang datang belakangan. Sekarang baru nyadar kalau semua yang dulu saya lakukan sama sekali tidak ada gunanya, bahkan memangkas habis semua pahala berpuasa. Nilai agama pun ternyata tidak dipengaruhi isi Buku Ramadhan. Dan, lagi pula, keimanan seseorang tidak bisa dinilai dari hal-hal fisik seperti itu kan? Tujuan dari Buku Ramadhan tersebut ternyata adalah bagian dari latihan kejujuran. Dan nampaknya saya tidak lulus. Hoooo… jangan ditiru ya, Adik-adikku tersayang…

Baiklah, saya patut bersyukur dan merasa sangat beruntung karena masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan tahun 2008 ini. Anggap saja ini masa-masa her/ujian perbaikan atas dosa-dosa dan kesalahan yang dulu saya lakukan.

Bentuk Report Amaliah Ramadhan-nya pun tidak lagi berupa buku dengan panel-panel kolom yang harus diisi inisial tertentu atau tanda checklist dan cross, melainkan buku catatan yang hanya saya sendiri dengan Tuhan yang bisa melihatnya [bahkan mungkin saya tidak bisa melihatnya, alih-alih merekayasa isinya].***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s