Ramadhan Tahun Ini . . .


Ramadhan Tahun ini …

Ramadhan tahun ini tentu berbeda dengan Ramadhan tahun kemarin. Titik terberatnya [dalam hal menahan haus dan lapar] mungkin sudah lewat di tahun-tahun sebelumnya. Sekarang lebih ke menahan nafsu-nafsu lain, seperti menghindari emosi dan, ehm, syahwat [haiyah!]. Tapi memang mengendalikan emosi jauh lebih berat. Menahan marah, kesal, jengkel terasa jauh lebih sulit ketimbang mengalihkan pandangan dari hal-hal yang belum saatnya untuk dipandang [dududu…]. Dan satu hal yang paling sulit dihindari, sekaligus luput disadari adalah BERGUNJING. Tidak hanya ibu-ibu arisan yang suka bergosip ternyata, saudara-saudara. Dadun pun doyan. [ampuuun… tobat, dun!].

Ramadhan tahun ini diawali dengan prosesi Sidang untuk Tugas Akhir [yaiyalah, masa Kerja Praktek?]. Tanggal 4 September kemarin tepatnya prosesi itu berlangsung. Deg-degan dan sebagainyalah. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, meski—yah, tidak luput dari ketidaksempurnaan. Mesti revisi sana-sini, dan sampai berita ini diturunkan [cailah] revisi itu belum saya kerjakan. Malassss! Nawaitunya, selama seminggu setelah Sidang, saya mau refreshing dan melupakan laporan barang sejenak-dua jenak. Duh, ini nih bumbu-bumbu emosi yang mesti dikendalikan. Catet!

Ramadhan tahun ini akan menjadi saat-saat yang bernuansa rumah, sangat rumah. Karena e karena sudah saatnya saya hengkang dari aktivitas kampus [hikshikshiks], tinggal menunggu Wisuda sebulan-dua bulan ke depan. Kemudian harus cari kerja, bayar utang-utang ke Ibu dan Bapak [duh, kapan lunasnya? Yah, minimal sedikit mengurangi beban mereka lahhh]. Tapi sementara ini saya sedang menikmati saat-saat menjengkali setiap senti [setiap jengkal dong!] bagian rumah agar ketika waktunya lepas-kandang sudah tidak perlu lagi menjadi hantu penasaran. Hehehehe…

Hey hey hey, teman saya bilang, rumah [kamar] saya adalah ISTANA untuk diri saya. Entah bermaksud menyindir atau apa, rupanya dia tahu benar bahwa di sinilah saya merasa benar-benar menjadi seorang raja. Dan di sinilah segala kesenangan itu dibuat dan dinikmati sendirian. Hahaha… jadi, saya berani menjamin bahwa sampai akhir Ramadhan pun saya tidak akan pernah bosan berada di sini.

Ramadhan tahun ini, saya rasa, akan menjadi Ramadhan dengan episode yang paling berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sangat berbeda. Pencarian makna ikhlas dan sabar, perbaikan kualitas diri dan iman, persiapan-persiapan untuk hal-hal yang tidak mungkin dapat diprediksikan, dan ya, betapa sulitnya menganggap ini sebagai Ramadhan terkahir.

Ramadhan tahun ini semoga tidak hanya menyisakan rasa lapar dan haus, atau reduksi berat badan [yang sungguh mempersulit pencarian pakaian yang pas di badan]. Yah, setiap orang menginginkan yang terbaik dengan segala daya-upaya terbaiknya. Semoga tercapai, amiiiiin…

One thought on “Ramadhan Tahun Ini . . .

  1. terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

    Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s