Manusia Tak Perlu Belajar Membajak Pada Kerbau [episode #1]


Kemarin, seorang teman berkunjung ke rumah untuk mengembalikan VCD AAdC? [sumpah, original punya] yang sudah dipinjamnya dari sejak sekitar tiga-empat bulan yang lalu. Senangnya hatikyu koleksi VCD Indonesia-kyu kembali komplit. Ternyata sebuah SMS basa-basi berhasil membuatnya sadar bahwa setiap barang yang dipinjam harus tetap dikembalikan [tiba-tiba saja saya ingat bahwa DVD Collections: “All American Movie” miliknya masih ada pada saya, hahaha… semoga dia tidak lagi membutuhkannya *Dadun culas!!!*].

Selidik punya selidik, ternyata kepentingan-lain-lah alasan yang mengantarkannya jauh-jauh ke rumah saya. “Dun, tau tempat jualan DVD nggak?” yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Dadun-yang-cukup-sensitif menjadi: “Dun, anterin gue beli DVD dong!”

Baiklah, baiklah, cuma mengantar membeli DVD bukan sesuatu yang menyusahkan buat saya. Tapi, wait! Sudah hampir sebulan ini saya dengar kabar bahwa kios-kios CD/VCD/DVD bajakan di berbagai tempat, termasuk Pasar Kota Kembang tidak lagi buka karena ada razia. Ah, syukurlah, minat saya untuk menonton agak berkurang akhir-akhir ini  [seiring genderang TA diperdengarkan. Entah jika sang TA sudah beranjak pergi, jiaaah].

“Emangnya lo mau nyari DVD apa?” sudah tahu kios-kios DVD pada tutup, saya kekeh [dodol] bertanya. “Hey, inget, sekarang lagi puasa. Masih aja nyari DVD begituan!”

“Emangya eluuu!!!” awas saja kalau dia sampai berani noyor! Silakan berkeliling sendiri mencari DVD yang Anda maksut, kawan. *berasa tau banyak tempat-tempat jualan DVD ‘bagus’*. “Gue nyari Norbit,” yang terdengar NGORBIT di kuping saya yang agak caplang ini, “buat adek gue.”

“Hah? NGORBIT yang iklan itu: Ngorbit, ngobrol irit,” kok bisa ya, NGORBIT=ngoRBol irit, eh, ngoBRol irit? Dasar, iklan! Maksaaaa!

“Kuping lo ikutan puasa juga, Dun! Itu, lho… N O R B I T.”

“Oh, yang Edi Murpi itu toh… Emang buat apaan?”

“Buat adek gue. Katanya buat tugas resensi pelajaran bahasa Indonesia.”

WEEEEKZZZ!!!

***

Akhirnya dua orang aneh itu meninggalkan rumah pada pukul hampir sebelas siang yang panas membara-membakar-kulit-dan-tubuh-yang-dahaga-halah!.
Ya, anehlah, sudah tahu kios-kios DVD tutup, masih kekeh pergi. Padahal siang itu saya baru saja menemukan kembali semangat untuk mengerjakan revisi laporan dan program TA [euh, meni bosen, TA lagi… TA lagi… basiiii!!!]. Yah, beginilah diriku ini, terlalu sulit mengatakan TIDAK pada orang lain *melankolis mode on*

Kios di daerah UNPAD—salah satu tempat di mana saya biasa membeli DVD bajakan—tutup. Tapi kami masih nekat berangkat ke Pasar Kota Kembang, gudangnya CD/VCD/DVD segalamacam. Dan, perjalanan yang panas pun kami tempuh dengan hati yang sabar, ikhlas dan tawakal [deuh, gilirannya nguber DVD aja, panas-panas juga dijabanin!].

Akhirnya, kami tiba di tempat yang kami maksut. Jeng jeng jeng… surprise!!! Pasar Kota Kembang ternyata BUKA. Sekali lagi, B U K A!!! Saya terpekik girang dan meneteskan air mata haru dalam ketertegunan memandang tempat yang dipenuhi beribu-ribu judul film itu. Oh… [ternyata gosip Pasar Kota Kembang tutup yang saya dengar tidak sepenuhnya benar. *gubrak*].

Dan, akhirnya lagi, kami memilih jongko [halah jongko! konter atuh, Dun] ya, diralat: KONTER DVD yang terletak di dekat pintu masuk. Eng ing eng… mata Dadun langsung jeli melihat di mana keberadaan sang NORBIT!!! *clap clap clap* [salah satu prestasi yang membanggakan, orang lain mana bisssa???].

Ah, nggak seru, begitu datang langsung menemukan apa yang dicari. Nggak ada tantangannya! Kemudian, untuk memuaskan rasa rindu-yang-menggebu-gebu terhadap barang-barang bajakan itu, saya yang hanya membawa uang sekadarnya itu berlagak pilah-pilih DVD, seperti orang berduit yang hendak memborong berjudul-judul DVD. [padahal si Mbak-mbak yang jaga tahu tipikal pembeli seperti saya, hahaha… whateverlah, Mbak, yang mpenting nggak nyolong!]

Betapa surprisenya dirikyu saat melihat DVD Collections: Film-film Indonesia!!! Waktu ngeliat Ayat-Ayat Cinta versi DVD bajakan saja, diriku kaget mati, apalagi ini ngeliat 6-7 judul film Indonesia dalam satu kemasan DVD: Mereka Bilang Saya Monyet, Kawin Kontrak, DO, Selamanya, Butterfly dan masih banyak yang lainnya. Yah, meskipun banyak yang mencela film-film Indonesia, saya harap celaannya tidak sampai ke pembajakan separah itu *hikzhikzhikz… sok mellow*. Ada rasa antara ingin membeli dan konsisten dengan janji hati pada diri sendiri: DILARANG MEMBELI VCD/DVD BAJAKAN FILM INDONESIA! [kalau bajakan film luar negeri bolehhhh, hahaha].

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s