Bubar – Sabar [Antara Kolak Pisang, Es Buah, Semur Ayam, Gebrakan, Poker, Gosip dan DVD]


Ini sekilas kisah buka dan sahur bareng dengan teman-teman SMA saat Ramadhan pertama di masa kuliah.

Baru beberapa bulan berpisah, tentunya belum banyak yang berubah dari diri mereka, juga saya. Saat bertemu pun, sedikit yang bisa kami ceritakan tentang suasana kuliah dan sebagainya dan sebagainya. Justru, kami masih lekat dengan kenangan dan kebiasaan-kebiasaan waktu SMA.

Acara Bubar yang dihadiri hampir 60% anak-anak IPA I yang untungnya berlokasi tak jauh dari rumah saya itu diwarnai suasana ricuh-tak-jelas, sepertihalnya suasana di kelas. Saya cukup takjub; dengan biaya Rp. 20.000 (bubar+sabar), menu yang disuguhkan saat berbuka terbilang wah: kolak pisang, es buah, semur ayam, tumis kentang, kerupuk udang dan makanan lainnya. Hm, mungkin inilah yang namanya berkah ramadhan.

Berkumpul dengan teman dan sahabat merupakan anugerah tersendiri yang tak terbandingkan dengan sekadar materi. Hari itu saya merasa benar-benar kembali ke masa-masa SMA. Setelah berbuka dan tarawih, acara selanjutnya adalah… MAIN POKER. Dulu, saat istirahat, saat tidak ada guru dan sepulang sekolah, terbentuk koloni-koloni yang masing-masing terdiri dari 4-5 orang tersebar di dalam kelas. Kartu-kartu remi sudah dipersiapkan masing-masing “kepala suku”. Dan arena Poker pun digelar. Jeng jeng jeng… mulailah teriakan-teriakan seru dari para peserta Poker, dari setiap timnya. Sebagian tim melakukan Gebrakan: permainan menggebrak kartu yang sesuai dengan hitungan yang disebutkan [hitungan dimulai dari angka 2,3,…hingga As secara berurutan].

Nah, rumah teman saya pun berubah menjadi arena Poker pada malam itu. Tidak se-Arena yang nampak di kelas dulu. Untungnya beberapa orang ada yang masih sadar akan bulan Ramadhan. Saya sendiri…? ahahaha… saya malu mengakui ini, sebenarnya. Ya, anak se-cupu diriku ini tidak terlalu pandai dan beruntung dalam permainan Poker. Sekali main langsung kalah dan diganti pemain berikutnya, atau bertahan dengan serangkaian hukuman. Jadi, lebih baik memisahkan diri dari barisan. Ke mana lagi kalau bukan ke area ibu-ibu gosip. Nananana…

Setelah bosan, teman saya mengusulkan untuk menonton TV. Tapi, hey, acara TV malam itu cukup membosankan. Akhirnya diputuskanlah untuk menyewa DVD dari rental-beberapa-meter-dari-rumah-teman-saya-itu. Dan ternyata… sial, kami salah memilih film. Niat nonton film horor, malah nonton film—horor sih, tapi nggak serem; niat nonton film bodor, malah dapet film dodol; dan niat nonton film seks-komedi [bukan porno, lho!] yang judulnya ada TRIP-TRIPnya gitu [secara ROAD TRIP dan EURO TRIP sudah jaminan mutu], maka kami menyewa BOAT TRIP. Dan setelah film diputar… jeng jeng jeng… ternyata Boat Trip bercerita tentang homo… *yuk!*

Merasa salah dengan semua judul film yang kami sewa, kami pun melanjutkan per-Poker-an kami. Dan, tiba-tiba… jeng jeng jeng… salah satu teman kami mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya… apakah itu?

“Udah pada nonton ini belum?” doski yang demenannya film-film Korea mengeluarkan beberapa DVD Korea.

“Ogah ah, masa nonton FullHouse lagi?” tolak salah seorang dari kami. Lagi? ya, beberapa dari kami yang berada di situ memang sempat sukses menyelenggarakan acara nonton bareng FullHouse full-episode sehari semalam. Gila ya, dasar ibu-ibu. Eh, bapak-bapaknya juga ada yang ikut nonton, biarpun gak sampe tamat. Saya? Hahahaha… nggak ikutan. Kebetulan waktu itu saya belum ngepens sama Song Hye Kyo.

“Bukan FullHouse lah,” sanggah teman yang koleksi DVD Koreanya banyak itu. “Nih, SEX IS ZERO!”

Wahhhh, SEX IS ZERO?????? Dari judulnya saja sudah langsung memunculkan banyak tanda bintang (****) yang berarti full-sensor.

Ternyata eh ternyata, SEX IS ZERO memang film bintangbintangbintang itu. semi-semi lah. Hm, bisa dibilang AMERICAN PIE-nya Korea. Paraaaaaaaaaaahhhhhh!!!! Puasa-puasa nonton pelem begituan. Dan parahnya lagi, waktu itu, teman saya membawa SEX IS ZERO versi ‘bugil’ alias uncut alias uncensored, soalnya dia dapet kiriman langsung dari sodaranya yang kerja di Korea. Wehhhhhhh… ampun dah… nggak kukuuuuu…

huuuuu cupu, ah!!! Padahalmah filemnya gak parah-parah banget. Bener kan? [yang udah nonton pasti tau filmnya kek gimana]

Tapi, jangan heran kalau pas malem-malem ada yang ke kamar mandi lamaaaaa banget, terus ada yang sampe mandi sebelum dan setelah sahur. Yang cowoklah, jelas. Yang cewek mah waktu nonton juga njerit-njerit sok jijik sama pura-pura nutup mata. Saya? Ah, biasa aja… hahaha… nontonnya cukup pake mata aja, nggak pake hati—-dikit.

Haaah, memang ada-ada saja kelakuan anak-anak ini. Bubar-bubar selanjutnya [tanpa Sabar], kami sudah cukup terkendali untuk tidak mengulangi hal yang sama. Tidak ada kartu, tidak ada DVD bintangbintangbintang lagi, tapi diganti VCD NAGABONAR JADI 2, HANTU JEPRUT, MENGEJAR MAS-MAS, sama apa lagi yak? Pokoknya semuanya film Indonesia lah, yang kalaupun ada adegan esek-eseknya malah terkesan cupu dan lucu, boro-boro napsu. Hahaha…

Sekian ajah lah. Heuheu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s