Setahun Ngeblog: Flash-b(L)ack


Jujur, awalnya saya tidak begitu tertarik dengan hiruk-pikuk dunia maya. Bahkan saya sempat ogah-ogahan waktu teman saya mengajak ber-FS-ria hingga nge-blog. Buat apaan sih? Pikir saya, waktu itu. Satu-satunya hal yang terlintas ketika dihadapkan dengan kata “Internet” adalah… (tarik napas… tahan… lepas…) browsing hal-hal yang tidak jelas (baca: esek-esek alias Triple X ;p).

Keberhasilan pertama yang cukup membanggakan untuk orang se-gaptek saya adalah membuat akun e-mail di Yahoo!. Setidaknya, ada satu tambahan informasi ketika bertukar data identitas dengan seseorang. Berasa gaya aja, selain data-data standar berupa nama, alamat, nomor hape dan sebagainya, tiba-tiba di bawahnya ada alamat e-mail gitu. Yah, biarpun setelah memiliki akun tersebut, selama hampir berbulan-bulan alamat e-mail tersebut menganggur karena memang saya bingung bagaimana menggunakannya. (ye… tetep aje dudul).

Setelah memiliki alamat e-mail, sekitar awal 2006, saya mulai penasaran dengan Friendster. Belum berani nekat membuatnya sendirian, saya pun menunggu bantuan seorang teman yang berjanji akan mendampingi selama proses pembuatannya. Hayah, kek mo bikin apa aja gitu. Sampai akhirnya, kami sama-sama punya waktu dan ia mengajari saya membuat akun di Friendster sekaligus bagaimana cara memperlakukannya. Ah, kapasitas otak ndeso saya agak soak dalam beberapa jam itu mendapat informasi yang terlalu banyak darinya. Butuh waktu lamaaa bagi saya untuk bisa memahami semuanya. (sampai sekarang, buka FS cuma buat berbalas testimonial, nge-add teman-teman, dan ganti pict ;))

Nah, sekitar bulan April 2007, lewat sebuah milis penulis, saya mendapat spam berupa link tentang situs penulis online: <http://kemudian.com&gt;. Tanpa pikir panjang, saya yang waktu itu sedang sangat berberahi tinggi untuk menulis, langsung bergabung di sana. Alhamdulillah, banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang saya dapatkan. Dari mulai menemukan tempat yang TEPAT untuk “mempublish” karya saya sekaligus mendapat apresiasi dari sesama penulis, bersosialisasi dengan orang-orang dari dalam dan luar kota lewat forum dan Yahoo! Messenger, hingga AKHIRNYA menemukan banyak alasan untuk nge-blog. (meski tetep alasan pertamanya buat gaya-gayaan aja… haha…)

Dan akhirnya… (jeng jeng jeng…) saya kembali menghubungi seorang teman yang dulu selalu membaweli saya tentang blog. Ia menyarankan saya menggunakan fasilitas WordPress. Ah, apa pun lah, yang penting saya bisa punya blog. Saya tidak mau ambil pusing dengan banyak pilihan. Tetapi, ia hanya memberi tahu secara garis besar tentang tata-cara pembuatan akun di WordPress. Saya pun harus berjuang sendirian di warnet. Sampai keringat dingin bercucuran, menemani kegalauan saya waktu itu. Halah. Belum lagi masalah mendasar bagi seorang user warnet: dikejar BILLING. Tape deh… #:-S

Yang namanya masalah, sampai kapan pun sepertinya tak akan pernah musnah dari kehidupan kita. Setelah berhasil membuat akun di WordPress dengan alamat: <https://ininyadadun.wordpress.com&gt; ini pun, terus terang saya masih bingung bagaimana harus menggunakannya, dan terlebih akan saya apakan dan bagaimanakan blog ini. Untuk sekadar tulis-tulisan yang nggak jelas? Catatan harian, seperti diary on-line gitu? Membuka forum diskusi tentang apa gitu? Membahas fenomena-fenomena yang sedang hangat dibicarakan? Meresensi film atau buku apa gitu? Atau, sebagai mahasiswa Manajemen Informatika, alangkah lebih bijaksananya jika memposting tulisan tentang perkembangan IT dan tetekbengek tentang komputer sampai ke baud-baud terkecilnya, gitu? Argh, pusiiiing…

But, hey, just be YOU! Tulislah apa yang mau lo tulis, dan nggak ada yang ngelarang atau maksa lo kalo elo nggak mau nulis apa yang nggak mau dan nggak mampu lo tulis. Setiap orang punya motivasi sendiri-sendiri dalam menulis, dan masing-masing ada HARGA-nya, ada TINGKAT KEPUASAN-nya sendiri-sendiri. Oke, gue mau nulis ini, ya gue tulis begini. Apa pun pendapat orang, yang penting gue puas udah nulis ini. Titik.

Yeah, biar kata orang saya cengeng, ngehek, lebai apalah… selama saya merasa nyaman menulis dengan gaya-gaya yang selama setahun ini saya gunakan untuk mengungkapkan hal-hal yang saya rasakan, pikirkan dan teramat ingin saya utarakan, semua itu akan tetap saya pertahankan dan sebisa mungkin saya arahkan pada progres yang jelas dan positif.

Selain ininyadadun, saya masih memiliki dua blog lainnya. <http://dunontondiri.wordpress.com&gt; yang berisi review, atau lebih tepatnya testimonial yang saya tulis terhadap film-film Indonesia yang saya telah saya tonton sendiri, dan <http://anunyadadun.multiply.com&gt; tempat saya ber-narsis ria dengan foto-foto aneh dan agak gila, cerpen-cerpen, puisi dan sebagainya, pokoknya semua yang ingin saya posting tumplek blek di sana.

Dalam kesempatan ini (cailah, “kesempatan”), saya ingin berterima kasih, terutama kepada teman saya, Ihwan, yang sudah memperkenalkan saya pada DUNIA INI. Thank you so much, One.***

5 thoughts on “Setahun Ngeblog: Flash-b(L)ack

  1. Ping-balik: Dadun dan Dunianya | Ihwanul Iman

  2. iyap bner banget.. harus terus nulis dan nulis.. dulu golongan karya berjaya di samping rakyatnya nun sejahtera karena mereka terus berkarya.. [silakan coret unsur politik, hhe] sekarang kita juga harus tetap berkarya, untuk berbagi. suatu saat pasti ada yang menghargai 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s