Setahun Ngeblog: Apalah Arti Sebuah Judul


#1. Sama Saya Saja
Entah kenapa, tiba-tiba terpikir frasa itu ketika saya harus mengetikkan judul (pertama kali) untuk blog ini. Sejak awal suka menulis, saya memang pencinta permainan kata. Ya, terlepas dari maknanya seperti apa, yang penting padanan katanya terasa pas dan unik. Dan, percayalah, ketika kata-kata itu sudah terangkai, dengan sendirinya makna itu akan datang, tanpa diundang. Sama Saya Saja, terdiri dari kata-kata yang didominasi huruf S dan A, hanya tinggal mengganti huruf ketiganya saja. Artinya sendiri, ya, sama saya saja, jangan sama orang lain atau siapa. Maksudnya, ya, kalau mau curhat, sama saya saja; mau bagi-bagi duit, sama saya saja; mau bercinta, sama saya saja (hehe, kidding). Tapi kalau mau pinjem uang, apa lagi minta uang, ya, sama bank atau orang tuamu saja. ;p

#2. Saya Seperti Perempuan
Sebuah imej, atau citra diri. Ya, buka-bukaan sajalah, sepanjang masa-masa sekolah dari SD sampai SMA, beberapa teman saya bilang (mengejek), Saya Seperti Perempuan. Sempat kesal dan sedih, kemudian saya menyadari bahwa mereka bilang Saya Seperti Perempuan karena memang saya seorang LELAKI. Dan berarti, jauh di dasar kesadarannya, betapa mereka mengakui bahwa saya seorang LELAKI. Toh jelas, kalau saya perempuan, mereka tidak akan bilang demikian. Ya, Saya Seperti Perempuan karena saya lelaki, dan tak ada perempuan yang seperti perempuan, begitu juga sebaliknya.

#3. Dadanyadadun
Setelah merasa cukup puas dengan tag Seperti Perempuan karena Saya LELAKI, saya pun mengganti judul blog ini. Membuka lembaran baru, bukan berarti kehidupan saya yang dulu cukup suram untuk dikenang. Ya, hanya ingin mengganti imej saja, lagi. Dan karena secara perlahan, saya mulai menemukan benang merah bagi keseluruhan isi bolg ini. Hampir seratus persen berisi tentang perasaan saya yang entah kenapa terasa sulit untuk saya bahasakan dalam bentuk percakapan. Perasaan yang terpendam dalam dada, dadanya dadun. Dan, blog ini diibaratkan sebagai dadanya dadun versi transparan, dimana kamu bisa membaca dan memahami situasi seperti apa yang sedang dialami si penulis (saya). Meski memang tidak sepenuhnya tulisan-tulisan di sini merupakan perasaan dan pengalaman pribadi saya, beberapa terkategorikan sebagai karya fiksi karena saya senang bermimpi. Di sisi lain, dadanyadadun, secara bentuk kata dapat dipenggal menjadi dadan ya dadun, yang berarti Dadan Erlangga ya Dadun. (dasar, narsis).

#4. Titik-titik
Tetapi, ternyata dadanyadadun sudah sedemikian terbuka dan kalau dibiarkan terlalu lama bisa masuk angin juga ;p Maka, akhirnya, setelah melalui tahap semedi yang cukup dalam dan panjang, terbisiklah kata TITIK-TITIK…
Ya, simpel saja, dalam segala peristiwa dan fenomena yang terjadi, baik ataupun buruk, indah ataupun tidak, selalu ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya. Sesuatu itu, entahlah, cukup pelik untuk dikupas secara kilas dan terbuka. Cukup diwakilkan pada kata TITIK-TITIK saja. Titik-titik yang berarti sangat dalam dan luas.
Ya, selalu ada titik-titik di balik titik-titik.

Entahlah, setelah Titik-titik ini, apakah judul blog ini masih akan mengalami pergantian lagi?***

2 thoughts on “Setahun Ngeblog: Apalah Arti Sebuah Judul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s