Selalu Ada Kerikil, Tetapi, Ah, HANYA Kerikil


Syukurlah, entah kenapa dan bagaimana, hari itu saya merasa jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Tentang rasa sakit ini, tentang kebimbangan ini, tentang hal-hal tak menentu ini. Yah, akhirnya saya bisa sedikit merasakan gema semangat SYUKUR dan IKHLAS yang pernah dibisikkan seseorang kepada saya. Pelan, namun bagaimanapun tak ada alasan untuk tidak mencobanya.

Oh, mungkin juga karena efek Kembang Sepatu yang dibawakan ayah saya dan temannya, yang entah kenapa begitu tersentuh tangan ajaib ibu saya, benda yang sewaktu kecil membuat saya merasa bak kupu-kupu yang senang menghisap madu manis pada bebungaan itu dapat kembali menemukan semangat, sedikit demi sedikit, meski efeknya tidak terlalu signifikan. Semangat merekalah yang menguatkan saya. Dan itu lebih dari segalanya untuk saya. Terimakasih semuanya…

Dan hari itu keadaan saya baik-baik saja. Tak ada keluh. Tak ada misuh-misuh. Ah, betapa nikmatnya bersimpuh pada pangkuan ibu sambil menggosok-gosokkan sesuatu di kepala saya. Kami berbincang tentang banyak hal, hingga bergosip tentang tetangga sebelah yang selalu bertingkah. Haduh, saya sudah berusaha menghindar tetapi memang bergosip itu sangat menyenangkan. Hahaha. Bukan gosip murahan, kok. Cuma sekadar lucu-lucuan. Yah, sama sajalah. Tapi yang terpenting momen-momen bersama ibu yang terasa begitu nikmat. Di balik sikap ketusnya menghadapi anak lelaki yang payah seperti saya, betapa ibu selalu dan selalu menyayangi saya. I love you, Mom.

Meski terkadang, saya tetap tak bisa mengalihkan rasa bersalah padanya, tentang suatu hal…

Tapi, sudahlah. Hari itu saya benar-benar bahagia. Doa pagi saya benar-benar terkabul sempurna: semoga hari ini lebih baik dari yang kemarin, apa yang saya dapatkan dan apa yang saya hasilkan…

Sampai akhirnya… yah, hanya masalah kecil yang terjadi di salah satu tempat favorit saya; ruang yang penuh inspirasi sekaligus tempat mengeksploitasi adrenalin dengan cara-cara yang terlalu ‘manusiawi’ dan ehm, gitu deh. Hihi, pasti ngertilah. Tapi, sumpah, saat itu saya tidak mengakses situs yang aneh-aneh. Sudah beberapa kali saya berhasil menghindarinya. Dan masalahnya, sepertinya terdapat pada TEMPATNYA. Ya, dulu saya pernah ke warnet itu dan mengalami kesialan, kesalahpahaman tentang PAKET INTERNET yang akhirnya malah merugikan saya. Dan, sore itu, karena warnet langganan saya penuh, saya terpaksa ke sana, dan lagi-lagi menghadapi MASALAH. Ah, saya janji tidak akan lagi ke sana. CAMKAN. *hahahaha… ketawa setan*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s