Jatuh Cinta, Ah…


Jatuh Cinta, Ah…

Saya lupa kapan terakhir kali jatuh cinta. Bahkan kini rasanya sudah cukup sulit lagi mengidentifikasinya.

Apa itu jatuh cinta?

Suatu pagi saya terdampar di taman kota atas anjuran ibu saya. Tepatnya paksaan darinya. Yah, memang, tidur lagi setelah bangun dan sholat Subuh juga membuat badan saya pegal-pegal. Kuliah mumpung lagi libur. Dan, yah, memanfaatkan saat-saat menganggur.

Berlari kecil, mengitari taman kota berkerangkeng besi tinggi, melintasi pohon palem yang satu dengan yang lainnya, membuka sepatu dan berjalan di permukaan kerikil tajam untuk refleksi melancarkan peredaran darah, akhirnya saya lelah dan duduk di salah satu bangku besi. Menunggu keringat yang tak juga turun.

Tiba-tiba seorang gadis melintasi saya. Cantik. Menarik. Saya yakin, tidak hanya kaum lelaki saja yang membelalakkan mata ketika melihatnya. Beberapa ibu dan gadis lain yang kebetulan berada di sana pun nampak bereaksi lebih saat melihatnya. Desir-desir adrenalin yang tak bisa dibendung terasa naik ke kepala. Geliat-geliat rasa menebar ke seisi jiwa dan jantung berdetak lebih ribut dari ketika harus sprint mengejar garis finish waktu pertandingan lari di jam pelajaran olah raga kala SMA. Hahaha…

Apakah ini jatuh cinta?

Lalu, berganti seorang perempuan, masih gadis, nampaknya, lewat di depan saya. Tidak terlalu cantik. Tidak terlalu menarik. Biasa saja. Dan saya pun biasa saja jadinya, malah lebih asyik memerhatikan burung-burung yang sedang pacaran di pohon… entah apa.

Kenapa biasa-biasa saja? Kenapa saya tidak berpikir bahwa ini jatuh cinta, seperti yang terjadi sebelumnya? Lho, memangnya, jatuh cinta itu seperti apa, dan bagaimana? Lho, memangnya, jatuh cinta itu harus kepada mereka yang membuat kita blingsatan dan tak keruan? Lho, memangnya jatuh cinta itu…?

Dari kaca mata seorang laki-laki, jatuh cinta itu… ah, terlalu naif dan subjektif jika saya harus melibatkan hal-hal fisik di dalamnya. Yah, apalagi saya termasuk orang yang mudah jatuh cinta. Dulu. Sekarang? Ya, sama saja. Tapi, entahlah. Makanya saya bingung. Haduh, bicara apa, saya?

Tapi, pernahkah kita jatuh cinta kepada sesuatu yang BIASA-BIASA? Pernahkah kita jatuh cinta kepada hal-hal yang membuat hidup kita masih berjalan normal-normal saja, nyaris tak ada bedanya dengan saat-saat sebelumnya? Dan pernahkah kita jatuh cinta kepada sesuatu yang tak terduga sebelumnya?

Lantas, ada berapa jenis jatuh cinta?

Jatuh cinta pada seorang perempuan karena ia cantik, pintar, menarik dan membuat kita selalu memikirkannya apakah itu bisa disebut jatuh cinta?

Jatuh cinta pada seseorang yang biasa-biasa saja, apakah itu juga jatuh cinta?

Jatuh cinta pada sesuatu dengan spesifikasi tertentu juga apa pitu jatuh cinta?

Hahahaha… jatuh cinta. Untuk apa kita jatuh cinta?

One thought on “Jatuh Cinta, Ah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s