Dari Seorang Dadan Erlangga untuk Sebuah Dadun ;)


Betapa Tuhan menciptakan manusia dengan kisahnya masing-masing. Masa lalu, saat ini dan masa depan telah sedemikian rupa diatur dan ditulis dalam takdir. Biarlah yang rahasia tetap menjadi rahasia-Nya. Dan karena manusia dilahirkan untuk menjalani hidup dan memaknainya. Hidup yang terkadang tak sesuai dengan kehendaknya, namun selalu memberikan sesuatu yang mau tak mau harus diterimanya.

Maka, hidup menjadi sesuatu yang harus dijalani, apa adanya, apa pun keadaannya.

Menjalani hidup adalah mensyukurinya. Mengeluh dan banyak bertanya justru tak akan memberikan apa-apa, kecuali kehilangan rasa cukup. Bukankah hidup itu sendiri adalah sebuah karunia dari Sang Maha Pemberi Hidup? Tidakkah hanya dengan hidup, kamu sudah merasa cukup?

Setiap orang terlahir dengan takdir masing-masing, jalan hidup yang tak sama. Selalu ada banyak persoalan dalam setiap babaknya. Ada debu, pasir, kerikil, koral bahkan hingga batu-batu besar yang akan ditemuinya. Membuat matanya kelilipan dan hidungnya bersin-bersin; menyebabkan kakinya terantuk, tergelincir kemudian terjatuh; menimpa tubuhnya hingga berdarah dan terluka parah.

Tetapi, percayalah, betapapun hidup ini selalu indah. Dan keindahan tidak harus selalu diukur dari seberapa besar prosentase tawa-bahagia dan perasaan nikmat dan nyaman yang hinggap di hatimu. Indah adalah ketika kamu masih bisa mengingat tawa dalam setiap derai air mata, dan tetap merasa bahagia ketika kamu menderita. Dan, terutama ketika kamu masih bisa menghadirkan dan merasakan Tuhan dalam setiap hela napas yang masih diberikan.

Kamu tidak boleh merasa lelah selama Ia masih memberikan kekuatan-Nya melalui tangan dan usaha orang-orang yang sangat mencintaimu. Kamu jangan lekas menyerah selama Ia belum membisikkan rahasia kecil-Nya di telingamu, atau di telinga orang-orang yang sangat mencintaimu. Dan kamu tak perlu berpikir bahwa semuanya akan berakhir begitu saja hanya karena sampai sekarang tak ada perubahan apa-apa pada dirimu dan justru keadaannya bertambah buruk.

Percayalah, semua ini masih bisa kamu lalui. Ia tidak akan mengujimu dengan sesuatu yang tak sanggup kamu atasi. Dan Ia tidak akan mengambil sesuatu darimu sampai kamu menemukan apa yang kamu cari dari hidupmu.

Ia akan mengambil sesuatu darimu? Memangnya, kamu merasa memiliki sesuatu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s