Malam-malam Penuh SMS


Saya sangat mencintai kata-kata, dan percaya bahwa di sana segala kekuatan tercipta. Tetapi saya bukan orang yang pandai berbicara. Berarti, saya pandai menulis? Ah, tidak juga. Saya hanya merasa jauh lebih mudah memuntahkan kata-kata itu dalam sebuah tulisan daripada pembicaraan.

Maka, saya terbiasa mengisi pulsa SMS untuk handphone saya yang sejak awal termiliki tetap setia menggunakan provider yang kini ber-tag-line “SMS BANGETS” itu, daripada pulsa reguler yang biasa digunakan untuk menelpon. Ya, memang sangat sejalan dengan kecenderungan saya yang malas mengumbar suara yang tidak merdu ini, dan ketidakmampuan membuat orang lain tahan berlama-lama berbincang dengan saya. Tetapi, taruhannya jari-jari tangan ini.

“Kamu telah mengirim 8 SMS pada hari ini … “ sekitar pukul 21:30 WIB, monitor saya ter-radiasi handphone yang saya letakkan di sebelahnya karena mendapat pesan dari operator yang berbunyi demikian.

Saya abaikan, dan berusaha tetap berkonsentrasi dengan apa yang tengah saya kerjakan saat itu di depan komputer. Tetapi, efek pesan itu terus meracuni pikiran saya untuk dapat menggenapkannya menjadi 10 SMS sehingga saya bisa mengirim 10 SMS secara gratis kepada semua teman saya dari segala jenis provider yang tersedia. Ya, apalah artinya 2 SMS yang harganya bahkan tak sampai Rp. 200 itu dibanding dengan bonus 10 SMS yang bagi saya sudah hampir sebanding dengan mengobrol dengan seseorang yang ingin saya ajak bicara. Akhirnya, yang terabaikan adalah tugas-tugas saya.

Tiga sampai empat SMS pertama saya anggap sebagai pesan yang cukup penting untuk disampaikan. Semisal menanyakan dan meminta bantuan tugas pada teman, mengingatkan seseorang untuk melakukan atau membawa sesuatu pada saat bertemu nanti, memastikan tempat dan waktu bertemu, hingga menjawab pesan seseorang yang semula dianggap kurang penting untuk dibalas karena sayang pulsa. Lantas, SMS setelahnya …?

Dari mulai SMS konyol: Ni sms KUTUKAN.. g dbc ingusan, dbc mi”san. g dblz panuan, diblz kudisan. Dsmpn jerawatan, diapuz sariawan, disbrkan bisulan. Ktawa bintitan, gktw belekan….

SMS narsis: Stiap malam gw merenung, betapa gw merasa bersalah… coz gw banyak dosa. Gw pandangi diri di cermin… gokil, anjrit, cute bgt gw.. dosa apa gw smpe bza bgini…??

SMS ucapan manis: Nit3 has c0me.. n s0 m4ny an9el flyin in th3 sky.. th3y want f0und s0meon3.. n th3y f0und u 2 say “gud nait” sw3et drim.. =)

SMS jebakan: Yank, kmana aza g ngsih kbr? Yank, dah makan blon? Trus, yank dah ibadah belom? Nyadar atuh Yank, kan EYANK udah tua… ^_^

Sampai SMS yang gak penting: Permisi, numpang buang bonusss…

Haduh, kini inbox saya malah penuh dengan SMS-SMS semacam itu. Ya, daripada menyimpan SMS yang hanya tahan sekali baca. Setidaknya, ketika masih ada bonus SMS tersisa dan tak ada lagi bahan pembicaraan, SMS-SMS itu sangat membantu untuk menghabiskannya. Ada perasaan tak puas dan menyesal jika sampai membiarkan bonus-bonus itu tak terpakai. Rugi.🙂

Tetapi, sebisa mungkin, saya selalu memanfaatkan bonus-bonus itu untuk sesuatu yang saya anggap lebih signifikan. Suatu ketika, saya pernah meng-SMS seseorang dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu dan kenangan.

Saya : jika kemarin dan hari ini bukan alasan untuk besok, apakah masa depan hanya semacam keterjagaan di pagi hari? Dan, ketika jarum jam melewati angka yang lagi sama; apakah itu berarti tak ada pilihan lagi?

Dia: jika besok adalah alasan atas hari ini dan kemarin, bukankah dengan terjaga di pagi hari semacam jalan setapaknya? Maka, ketika jarum jam kembali menelusuri angka yang sama, terkuduslah masa yang menjawab alasan atas hari ini dan kemarin.

Saya: tapi, bagaimana jika ternyata jawaban itu tak pernah ada meski sang masa kerap melaluinya? Bahkan, besok pun belum tentu datang. Cukupkah hanya dengan memiliki hari ini dan sisa-sisa kemarin?

Dia: kealpaan besok adalah jawaban gagu ketika hari ini dan kemarin berhenti menghela waktu, dan jawaban berhenti berpeluh karena masa diliputi kejenuhan menggaung ketus.

Saya: apa yang akan kamu lakukan saat ternyata sampai kapan pun, tanyamu tak kunjung terjawab? Sementara hidup terus berjalan dalam ketidakberisian karena kealpaan jawaban itu. Apakah kamu akan terus mencari atau berhenti?

Dia: aku memilih memetik daun di ranting yang letih, daripada memungut bangkai teratai yang menggelepar di keheningan kolam yang segar. Aku menemukan jawab pada daun yang masih bertasbih setengah tertatih.

Saya: kenapa harus daun? Bagaimana dengan bunga-yang lebih menunjukan identitas sebuah pohon? Dan, tidakkah kolam yang segar lebih menjanjikan banyak hal daripada ranting yang letih? Ah, saya hanya terlalu mentah untuk memahami semua ini.

Setelah itu, dia tidak membalas lagi. Dan, sampai sekarang. Ah, tapi saya tidak pernah berharap apa-apa dari setiap orang. Ketika saya bertanya, saya tidak terlalu berharap orang lain menjawab. Terkadang, saya hanya ingin mem-print-out dokumen-dokumen hati yang rasanya sudah terlalu menumpuk dan melebihi batas kapasitasnya. Tetapi, memang, jawabannya waktu itu cukup membantu saya untuk menuntaskan sedikit rasa penasaran saya tentang sesuatu yang saya sendiri tidak begitu paham.

Dan, malam itu, saya kembali ber-SMS dengan seseorang yang berbeda. Ia teman kuliah saya. Tadinya, sayalah yang berniat ‘curhat’ padanya, tetapi ia lebih dulu menodong saya dengan curhatannya.

Saya lupa, sejak kapan persisnya kami tidak lagi mengatakan detil masalah yang tengah terjadi, melainkan hanya mengambil garis besarnya saja; sesuatu yang memungkinkan untuk dapat tersampaikan dalam deretan pesan dengan jumlah kata terbatas itu. Dan bonus 10 SMS itu cukup membantu kami dalam melewati kerikil-kerikil itu. Hingga akhirnya, bukan hanya masalahnya saja yang sedikit terselesaikan, tetapi masalah saya juga.

Ternyata, ketika kamu menemukan seseorang yang bermasalah juga-bahkan lebih darimu, maka setidaknya kamu masih percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil. Dan dengan caramu berusaha membantu orang lain dalam menyelesaikan masalahnya-entah itu hanya dengan sekadar kata-kata bijak, tanpa kamu sadari kamu sudah bersikap bijak kepada dirimu sendiri dan sedang membasuh lukamu sendiri. Akhirnya, akan ada dua orang yang merasa sama-sama cukup lega, malam itu, ketika kamu sadari bahwa bonus SMS-mu sudah habis.***

2 thoughts on “Malam-malam Penuh SMS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s