Adaptasi, dan The Time Traveler’s Wife


adaptation_by_edlyn.jpgBahkan hewan dan tumbuhan saja tunduk pada hukum adaptasi: pohon jati menggugurkan daun di musim kemarau, atau bunglon mengubah warna kulit sesuai tempatnya berada (hasil dari belajar biologi selama enam tahun).

Tetapi saya sulit sekali beradaptasi, terutama di lingkungan yang benar-benar baru, bahkan asing sama sekali. Berjumpa dengan orang-orang baru, wajah-wajah yang tak pernah saya lihat sebelumnya, sifat dan karakter yang perlu penafsiran dan penelusuran mendalam, semuanya membuat saya kelabakan. Saya sulit memulai pembicaraan. Sulit untuk bergabung dalam perbincangan dan gurauan yang sepertinya cuma mereka saja yang paham. Dan lebih-lebih, saya masih terlalu bingung dengan apa yang harus saya lakukan.

Saya hanya diam. Mendengar apa yang mereka ucapkan. Mengangguk dan tersenyum sekadarnya. Dan saat yang paling membosankan adalah ketika mereka asyik dengan aktivitasnya, sementara saya bingung harus melakukan apa. Untung saya membawa The Time Traveler’s Wife-nya Audrey Niffenenger, sebuah novel terjemahan luar biasa yang diberikan seseorang sebagai hadiah untuk saya.

Novel yang hanya saya baca ketika saya benar-benar bingung harus melakukan apa. Ketika kantuk tak juga datang menjelang tidur malam. Ketika menunggu jam pemutaran film di bioskop 21. Ketika menunggu seseorang. Ketika menunggu jam perkuliahan. Ketika stuck menulis. Dan kali ini, ketika saya tak ingin membacanya, tetapi saya merasa harus membacanya demi menegaskan bahwa saya tidak sedang bingung harus melakukan apa, di sini, di warnet Red Stone ini, tempat di mana (mungkin) saya akan bekerja.

Thanks, hanny, sudah memberi saya teman ketika saya merasa tak ada siapa-siapa dan tak bisa melakukan apa-apa.***

25/03/2008 22:51:33

One thought on “Adaptasi, dan The Time Traveler’s Wife

  1. hoiiii, kangen baca tulisan-tulisanmu lagi🙂 sama-sama, thanks juga karena sudah menganggap si Time Traveler’s Time sebagai teman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s