Dua Lelaki di Rumah Ini


the_tangerine_boy_by_luminatii.jpgBagaimanapun, kami saling mencintai dan menyayangi. Terutama ia. Yang selalu mengantar dan sesekali menjemput saya kuliah, juga mengantarkan saya ke tempat-tempat yang ingin saya kunjungi sesibuk dan sepadat apa pekerjaannya. Yang selalu menelpon dan mencemaskan ketidakhadiran saya di saat-saat yang seharusnya saya sudah berada di dekatnya. Yang selalu memberi kudapan dan minuman saat saya sedang mengerjakan tugas ataupun hanya bermain-main dengan komputer. Yang selalu melakukan hal-hal yang membuat saya terharu, memberikan sesuatu yang belum sempat saya mintakan, mengorbankan apa pun demi sesuatu yang membuat saya senang. Ah, bagaimana saya tidak balas mencintai dan menyayanginya?

Saya tak bisa meninggalkannya. Apa yang akan terjadi padanya? Ia tak bisa memasak, menanak dan menghangatkan nasi, menyapu, mengepel, membereskan rumah dan merapikan tempat tidur. Ia hanya bekerja, pergi pagi pulang sore hari. Dan saya menyiapkan sarapan pagi dan makan malam sambil menemaninya menonton TV.

Oh, pulanglah Mama. Dua orang lelaki ini tak berdaya tanpa kehadiranmu. Nasi yang saya tanak tak seenak buatanmu. Alih-alih memasak, lauk di meja makan pun semakin dingin karena tak sempat saya hangatkan. Saya selalu bangun kesiangan. Hanya punya waktu untuk menghangatkan nasi, memasak air, menyapu dan mengepel sebelum berangkat kuliah. Lalu, sore hari saya baru pulang. Dan dengan sisa-sisa tenaga, saya hanya mampu mencuci beberapa piring kotor dan menanak nasi.

Lihat, pakaian sudah menumpuk di ember cucian. Meja makan semakin kosong. Dan rumah ini cukup kotor tanpa sentuhan tangan seorang perempuan. Oh, pulanglah Mama. Tidak. Kami tak mempembantukanmu, Mama. Demi Tuhan. Lagipula Mama tak mengijinkan kami mencuci dengan alasan buang-buang energi karena toh akhirnya Mama mencucinya kembali sebab dirasa kurang bersih. Lebih dari itu, dua orang lelaki di rumah ini benar-benar merindukan Mama. Sangat. Adik Mama kan sudah punya anak gadis yang mampu mengurusnya dan bayi yang baru dilahirkannya. Mama tak perlu lama-lama di sana hanya karena perasaan utang budi pada mereka. Ada dua orang lelaki di rumah ini yang sangat membutuhkan Mama. Sangat merindukan Mama.***

Kamis, 28 Februari 2008 23:42:36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s