Naas, Bayangkan…


Seorang paman dan keponakan duduk di atas sepeda motor yang selalu berkecepatan normal, sedang, bahkan nyaris lebih lambat dibanding yang lain. Tak seorang pun tahu kecelakaan itu akan menimpa mereka, kecuali beberapa orang yang pada akhirnya harus menyesali ketidakperduliaannya terhadap FIRASAT dan PETUNJUK lewat mimpi: sang paman sendiri dan anak lelakinya yang selalu risau dengan mimpi-mimpinya.

Semalam sebelum perjalanan ‘sial’ itu, sang paman bermimpi tentang sebuah mobil cary berwarna merah dan ada beberapa lembar tisu berlogo perusahaan tempatnya bekerja, di sana. Dan sehari sebelumnya, ia mendapat firasat ‘lain’ lewat darah yang tiba-tiba mengalir dari mulutnya, juga perasaan-perasaan jengah dan lelah yang tanpa sebab.

Sementara anak lelakinya bermimpi tentang acara hajatan di rumah keluarga ibunya, di Tasikmalaya sana. Nampak ibu dari si anak yang akhirnya mendapat kecelakaan dan keluarga lainnya tengah bersibuk-ria dalam suasana hajatan–entah apa.

Kejadiannya berawal dari sebuah keinginan standar seorang pengendara motor yang gemas dengan tingkah bis penumpang yang selalu bertindak sebagai raja jalanan. Dalam sebuah tanjakan, bis itu nampak seperti akan berhenti; kecepatannya melambat. Sementara dari arah belakang, sebuah truk pengangkut ayam sedang hilang kesabaran dengan membunyikan klakson terus-menerus, membuat sang paman yang ‘terjepit’ diantaranya merasa dipanasi untuk lekas mendahului. Bersiaplah ia ke arah kanan, menantang kecepatan bis di depannya. Namun, niatnya tertahan ketika ia sadar dari arah berlawanan muncul sebuah elf dengan kecepatan kendaraan yang sedang meluncuri turunan. Bisa kau bayangkan sekencang apa ia. Maka, sang paman memundurkan kembali motornya ke tempat semula secara perlahan. Dan saat itulah truk ayam di belakangnya yang masih berkecepatan penuh kekeh tak mau mengalah, terus menghajar jalan. Bagian depan truk itu sempat mengenai sang keponakan yang duduk di belakang sang paman. Lalu, ketika ia sudah benar-benar mendahului motor sang paman, bagian belakangnya mengenai spion kiri motor, menyeret–entah menyenggolnya, hingga akhirnya… BLASSSS…. sang paman dan keponakan pun terhempas dari sepeda motornya; jatuh ke jalan dengan posisi yang mengerikan.

Bayangkan, jika saja pada saat yang bersamaan, mobil-mobil dan motor saling melintas dari berbagai arah dengan kecepatan lumayan; seberapa cepatkah rem kendaraan mereka berfungsi demi menghindari sebuah sepeda motor yang tergeletak persis di tengah garis jalan dan dua korbannya yang terbaring tak beraturan nyaris kehilangan kesadaran?

Alhamdulillah… betapa Allah SWT. masih memberikan perlindungan-Nya kepada mereka berdua. Hanya ada sekitar dua motor yang lewat, dan salah satunya turun untuk menolong mereka; mencari pertolongan lain hingga akhirnya datang sebuah CARY MERAH (persis seperti yang ada dalam mimpi sang paman) membawa mereka ke rumah sakit setempat.***

[Rabu, 20 Februari 2008 23:56:08]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s