Besok Ujian?


how_we_write_by_fatty_666.jpg
Mana, mana buku catatan? Diktat? Modul? Hand out?
Di dalam kardus. Diantara tumpukan kertas-kertas entah apa. Ah, perlu setengah hari untuk menemukannya, dan kembali merapikan yang lainnya, yang ikut terseret, terserak, terobrak-abrik. Akan setengah mati, pastinya.Sudah lama saya tidak menyentuh rak. Terlalu sesak dengan kertas-kertas yang sebenarnya sudah tidak berguna lagi, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diloak setelah akhirnya saya bosan memikirkan apakah mereka akan saya pertahankan atau saya campakkan. Bagaimanapun, kertas-kertas di sana selalu melewati tahap penyeleksian yang super ketat sebelum akhirnya lolos ke Jakarta dengan tiket emas.—kayak proses audisi Indonesian Idol saja, ya?Besok mau ujian, ini malam masih sempat-sempatnya bermain-main dengan kata. Mau apa lagi? Saya rasa, ritual MENGHAPAL hanya cocok untuk anak sekolah saja. Lha, mahasiswa memangnya bukan anak sekolah? Tau, ah. Mahasiswa perlu PEMAHAMAN bukan HAPALAN, bukan? Tapi memang pertanyaan bahan ujian terkadang tidak pernah lepas dari soal-soal hapalan, seperti: “Apa yang dimaksud dengan ANU?”, “Sebut dan jelaskan apasaja si ANU itu!” atau bahkan ada yang banting soal dengan melempar multiple choice, sampai B-S alias Benar-Salah.Kreatifitas mereka dalam membuat soal masih perlu ditingkatkan (alah, alah, sok tahu, nih). Terkadang, setelah semalaman kita belajar mati-matian sampai mata belekan dan mulut ileran (belajar atau ketiduran, Dun?), tahu-tahu besoknya dihadapkan dengan soal super-standar. Begitupun sebaliknya; merasa leha-leha, santai kayak di pantai, eh, ternyata itu soal ujian susahnya naudzubillah.Ya, begitulah. Namanya juga UJIAN. Susah untuk diprediksikan seperti apa bentuk wujudnya. Tetapi, pastinya setingkat jauh lebih sulit dari sebuah kehidupan yang berjalan normal. Dan mana pernah kita tawar-menawar dengan UJIAN? Mau susah, mau supersusah, ya… hadapi sajalah. Memang, ‘persiapan yang matang’ akan mempermudah kita melaluinya. Tetapi, sedikit ‘pengalaman’ pun cukup penting. (Seperti ujian dalam kehidupan)

Tidak berarti juga saya sudah paham tentang segala hal dalam perkuliahan yang akan diujikan, BESOK. Dan nampaknya besok adalah ujian dua matakuliah yang benar-benar perlu banyak hapalan dan sedikit pemahaman. Coba saya ingat-ingat apa saja yang masih tersisa di kepala… Apa, ya? Hm…? dan coba, sejauh mana pemahaman saya tentang… tentang apa, ya?… Omong-omong, besok ujian bab apa, sih?

[Minggu, 03 Februari 2008 11:11:48 PM]

3 thoughts on “Besok Ujian?

  1. gk jelasnya tidak lain dan tidak bukan karena kemalasan yang semakin malas dan menggunung sehingga membuat jengah ketika menerima materinya, eh tapi kalo untuk isi materi sejauh ini masih asyik nih…

    btw be2rapa blan lagi kita masuk semester VI ya, semoga aja kegiatan kuliah semakin bisa mendukung semangat kita semuanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s