Normal itu…


Ialah ketika seorang lelaki dan perempuan berjalan bersama, bergandengan tangan, bermesraan, berpelukan, berciuman, bercinta, kemudian menikah–ups, adakah siklus yang terbalik?

Belakangan ini, konsepsi mengenai “normal” terus menari-nari di kepala saya. Berawal pada dua hari yang lalu, ketika saya pergi nonton bioskop–lagi-lagi sendirian. Saya pikir, tidak ada yang salah dengan menonton bioskop sendirian. Hanya saja, teman-teman saya suka memprotes saya. Dan bagi mereka, lebih baik tidak jadi nonton daripada harus nonton sendirian.

Saya sendiri merasa lebih nyaman sendirian. Bahkan sudah beberapa judul film bioskop yang saya tonton sendirian. Sebab sering kali saya berselisih pendapat tentang film apa yang mau ditonton beramai-ramai. Ya, perbedaan selera. Saya suka film anu, mereka suka film inu.

Tapi, entah kenapa hari itu saya tiba-tiba merasa risih dengan menjadi Sendirian. Di sebelah kanan saya, duduk sepasang kekasih yang sedang hangat-hangatnya berpacaran. Dan di sebelah kiri dan depan saya, ada geng-geng anak SMA yang ributnya minta ampun. Sambil menonton, saya berpikir, apakah mereka menganggap saya tidak normal sebab nonton sendirian?

Dan ketika bubar jam penayangan, saya serasa semakin terkucilkan sebab pemandangan di luar memajang berpuluh bahkan mungkin ratusan pasangan yang berpegangan tangan, pun berangkulan. Tidak hanya pasangan laki-perempuan. Laki-laki – laki-laki, bahkan perempuan-perempuan ada juga. Dan semua itu sudah terlihat begitu wajar. Saya pun semakin dikejutkan dengan refleksi saya di salah satu dinding etalase toko di mall itu, yang memajang wujud saya dalam kesendirian. Oh, betapa ini terlihat kurang wajar. Kurang normal.

Hingga saya berpikir, apakah kini yang dianggap tidak normal itu justru mereka yang tidak berpasangan alias selalu sendirian?[]

6 thoughts on “Normal itu…

  1. penting ya,.,menafsirkan sesuatu yg normal atau tdk normal,.,menurut gw normal atau tidaknya org saat ini ditentukan oleh budaya mereka sendiri,.dan menurut gw kenormalan itu sifatnya relatif,.,bukan berarti tidak normal itu gila tapi normal = berpikir rasional/berakal sehat..

  2. baru kali ini bisa masuk ke blog ini. top deh blognya….
    nggak normal itu artinya tidak diakui banyak orang dalam wilayah/batasan tertentu… secara aku nggak pusing dengan semua itu…

  3. ialah ketika seorang lelaki dan perempuan berjalan bersama, bergandengan tangan, bermesraan, berpelukan, berciuman, bercinta, kemudian menikah-ups, adakah siklus yang terbalik?

    Gila gw salut banget elo bisa nemuin kata-kata ini, salutttttt, gak kepikiran , gw sampe diem beberapa detik , hebattttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s