Ciuman itu…


love_is_razorblade_kiss__by_bunnis-copy.jpg

Iseng-iseng nonton SILET, kebetulan sedang membahas tingkah-polah para pasangan selebritis muda yang kian pamer kemesraan. Mencuat ‘kasus’ vidio ciuman Tomi Kurniawan – Ratna Galih, pun Bams Samsons – Tyas Mirasih. Dan muncul pula beberapa nama seleb lainnya yang tidak kalah fenomenalnya, seperti Ayudia Bing Slamet, Bunga Citra Lestari (BCL), dan… whoeverlah… (*duh, rumpi banget deh gue^^)

Ngomong-ngomong soal vidio ciuman Tomi – Ratna, rasanya para paparazi infotainment kalah cepat dengan teman saya yang sudah lebih dulu mendapatkan vidio itu, sekitar dua tahun yang lalu. Ya, kalau tidak salah, waktu itu saya masih semester 1 atau 2. Teman saya datang ke rumah membawa sekeping CD berisi vidio-vidio ‘indah’, dan salah satunya ya vidio itu tadi^^ Tapi, tapi… kalau boleh saya beropini, cewek yang ada di vidio itu bukanlah Ratna Galih seperti yang santer diberitakan. Lebih mirip… model iklan salah satu produk lotion C****, episode Black and White. Hooo… this is just my prediction… -peace-

Skip this topic, heuheu 😀

Duh, jadi lupa mau nulis apa. Ngomongin ciuman, jadinya kemana-mana deh… 😀

Ciuman; buat ukuran jaman sekarang, rasa-rasanya sudah mulai dikategorikan sebagai hal-ritual yang wajar dalam sebuah hubungan selevel pacaran. Ya, bahkan nilainya hampir sama dengan berpelukan, atau mungkin bagi sebagian orang sudah setara dengan berpegangan tangan.

“Ya elah, hal beginian kok dipermasalahkan! Udahlah, namanya juga anak muda jaman sekarang. Apalagi, gue besar di Singapura-dan hal kayak gitu tuh udah wajar, kali, dalam hubungan pacaran. Ya, sebagai salah satu bentuk ungkapan cinta dan sayang kita sama pacar. Dan gue pikir, di Indonesia sekarang, hal itu tuh gak gimana-gimana banget,” kurang-lebih kata-kata itu yang diucapkan Glenn Alinskie ketika diwawancarai SILET.

Hooo… saya cuma ngangguk-geleng kepala. Dan… speachless.

Meski kurang setuju, tapi kenyataannya memang sudah demikian-seperti yang dikatakan si Glenn. Tapi kalau boleh sedikit berkomentar, mungkin saya akan menjawab begini;

“Hm, ciuman itu… seperti Fetsin-penyedap rasa pada masakan. Kalau kita bener-bener mau ‘manut’ pada aturan pola hidup sehat, konsumsi Fetsin lebih baik tidak dilakukan sebab zat-zat di dalamnya tidak baik untuk kesehatan. Setidaknya itu yang pernah saya baca dari sebuah majalah kesehatan (saya lupa nama majalahnya), pun pernah saya dengar dari seorang pakar kesehatan di TV dan seorang teman SMA yang peduli dengan kesehatan pernah berkata demikian.

Tapi kalau kita merasa terlalu TAWAR dengan masakan tanpa Fetsin, ya konsumsi Fetsin pun tidak diilegalkan atau dianggap pelanggaran. Boleh-boleh saja, sah-sah saja; yang penting ENAK kan? [Padahal, sebenarnya, tanpa Fetsin pun kita bisa kenyang lho] Ya, selama tidak ada efek signifikan dari konsumsi Fetsin sehari-hari, kenapa juga harus berTAWAR-TAWAR ria dengan masakan?!

Begitu juga dengan ciuman di dalam hubungan pacaran; secara agama, jelas itu dilarang [jangankan berciuman, bersentuhan kulit lelaki dan perempuan saja belum dihalalkan dan membatalkan wudlhu]. Tapi, selama kita berpikir bahwa dengan ‘sedikit’ berciuman ‘sewajarnya’ tidak akan ada efek signifikan bagi kehidupan dua insan yang sedang pacaran, kenapa hal se-ENAK dan se-NIKMAT itu mesti tidak dilakukan?!

Ya, semua orang berhak memilih dan menentukan apa yang terbaik untuk dirinya. Ciuman… why not?”

Halah, katanya speachless, tapi kok komentarnya berpanjang-panjag?^^

Sulit memang, menghindarkan kata CIUMAN dari PACARAN jaman sekarang [siapa tahu jaman dulu juga sama…?]. Terlalu banyak contoh yang dipertontonkan dan mudah diakses siapa saja: adegan-adegan di film dan sinetron, gambar-gambar dan vidio liar di internet, bahkan pemandangan di sekitar juga cukup memungkinkan. Dan para setan-setan semakin berkeliaran dalam berbagai rupa dan warna. Bahkan ada yang bersembunyi di balik jubah putih yang suci. Weleh-weleh…

Tapi, percayalah, tidak semua CIUMAN dalam BERPACARAN itu selalu bernilai negatif. Buktinya…

…salah seorang sahabat saya; setelah ber-ciuman untuk yang pertama kali dengan kekasihnya [yang juga sahabat saya], hubungannya yang semula dingin dan hambar-bahkan nyaris diambang jurang PUTUS, malah menghangat dan mulai membaik. Perubahan yang terjadi pun positif. Si perempuan dan si lelaki kelihatan mesra setelah berminggu-minggu saling mendingin. Syukurlah. Beban saya sedikit berkurang. [Lho?] ya… sebab, ketika mereka dirundung masalah, saya menjadi salah-satu ‘tong sampah’ mereka. Dan pusing juga menilik masalah mereka berdua. Halah… kok yang biasa dicurhatin malah jadi curhat^^

Ya, ternyata ciuman juga punya kekuatan… kekuatan membawakan energi positif. Kawan, semoga kalian berdua langgenggggg-sampai ke pelaminan.^^***

13 thoughts on “Ciuman itu…

  1. bagus bos, nonton SILET terus ya!
    Kalau sempet WAS WAS, HOT SHOT, ADA GOSIP, DOUBLE EKSPERSSO juga…dijamin mntab!

    Btw, ada bbrp hal yg meski di ‘off’ kan ada yg hrs ‘on’.
    Video itu bisa jadi kami dapatkan jauh sebelum si org tersebut lahir (heheehe…) cm br keluar ya skrg ini.

  2. bang meier… maksudnya, vidio itu baru ‘dikeluarkan’ disaat yang benerbener ‘tepat’ gitu? hooo… pahampaham…

    btw, bang meier ini wartawan infotainmentkah?? 😉

  3. o iya dun km rutin ya mengamati infotainment? btw mengenai cium mencium kayaknya lebih enak nyium ade bayi deh…
    ciumannya gk pake nafsu heuheuheu…

    Ya, ternyata ciuman juga punya kekuatan… kekuatan membawakan energi positif

    btw2 juga menurut dun kira2 apa yang menjadi sisi positif dari sebuah infotainment. (cuman pengen tau ajah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s