DZIG!!!


DZIG!!!

Aku tak bisa menahan diri untuk menonjok mukanya yang menyebalkan. Hari ini, untuk yang kesekian kalinya kulihat Ben berdiri di taman. Masih dengan sejuta gelagat menyebalkannya. Semakin menggugah kebencian yang lama kupendam. Memang sukar kubilang, enyah saja ia dari pandanganku biar hidupku kembali tenang. Sebab sejak ia datang, duniaku hancur berantakan. Mestinya ia sadar, tak ada tempat yang layak untuknya kecuali tempat yang jauh, di antah-berantah sana. Dan kali ini aku berhasil mengukir kepalan tanganku di mukanya.

“Lo apa-apaan, Zack?” erangnya.

“Gue benci sama lo, Ben…”

DZIG!!!

Ben membalas tonjokanku beberapa saat setelah kubilang, aku benci jatuh cinta padanya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s