Dear Melly,


melly.gif 

Jika teringat tentang dikau, jauh di mata dekat di hati. Tak terasa malam kini semakin larut, (a)ku masih terjaga. Mencintaimu: hati hampa kini terisi. Hanya kau pelipur laraku. Selama kau pergi tak ada lagi teman dalam sepiku.

Pertama kali aku tergugah dalam setiap kata yang kau ucap. Hatiku pun bergetar bagai terserang rindu. Di dekat engkau aku tenang, bersamamu aku senang. Inginku bersuara, merangkai semua tanya imaji yang terlintas: Seseorang itu-kah dirimu, kasih?

Ternyata aku cinta (kepadamu). Sinarmu menyilaukanku. Demi Tuhan, aku tergoda. Begitu kurasa berbeda setelah cinta ini kau sentuh. Dunia yang dulu sepi, kini t(e)lah berubah. Kutemukan kepingan hatiku yang hilang. Keyakinan semua tentang cinta kembali tumbuh di hati.

Aku tak bisa jelaskan mengapa bisa begini. Betapa rindu ini tak pernah mati. Jarak membentang tak urungkan niat menanti kekasih—setianya aku. Dahsyatnya perasaan cinta ini kepadamu. (Tapi) pernahkah engkau merasakan rindu sampai menggigil sepertiku kini?Menghitung hari: detik demi detik. Sampai kapan kau gantung cerita cintaku? Beri kepastian biar kulebur semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s