…ialah ketika seorang lelaki dan perempuan berjalan bersama, bergandengan tangan, bermesraan, berpelukan, berciuman, bercinta, kemudian menikah-ups, adakah siklus yang terbalik?
Saya masih dan selalu berpola pikir demikian ketika konsep NORMAL dalam berpasangan disebut-sebut. Sampai di beberapa minggu terakhir ini, pemikiran saya mulai berubah. Kenapa? Apakah saya juga sudah mulai tidak normal?
Hooo… jangan salah sangka. Salah-salah, saya yang menganggap Anda tidak normal. Hayooo… apa coba?
Yah, saya tidak mau banyak berhipotesis tentang kenapa ada hal-hal yang awalnya dianggap tidak normal, kini sudah hampir dinormalisasikan (seperti data-data yang didapatkan seorang perancang sistem informasi saja ^_^), bahkan dianggap wajar dan… ya, normal-normal saja.
Ketika HAM semakin dijunjung tinggi, setiap manusia semakin mendapat pengakuan dan dukungan atas segala hak asasinya, termasuk memutuskan untuk berpasangan dengan siapa. Ya, sebut saja hubungan sesama jenis lah contoh riil-nya. Baca Lebih Lanjut »
