Arsip Kategori: saya mencinta

11old_boy__by_pizzadreams.jpg…ialah ketika seorang lelaki dan perempuan berjalan bersama, bergandengan tangan, bermesraan, berpelukan, berciuman, bercinta, kemudian menikah-ups, adakah siklus yang terbalik?

Saya masih dan selalu berpola pikir demikian ketika konsep NORMAL dalam berpasangan disebut-sebut. Sampai di beberapa minggu terakhir ini, pemikiran saya mulai berubah. Kenapa? Apakah saya juga sudah mulai tidak normal?

Hooo… jangan salah sangka. Salah-salah, saya yang menganggap Anda tidak normal. Hayooo… apa coba?

Yah, saya tidak mau banyak berhipotesis tentang kenapa ada hal-hal yang awalnya dianggap tidak normal, kini sudah hampir dinormalisasikan (seperti data-data yang didapatkan seorang perancang sistem informasi saja ^_^), bahkan dianggap wajar dan… ya, normal-normal saja.

Ketika HAM semakin dijunjung tinggi, setiap manusia semakin mendapat pengakuan dan dukungan atas segala hak asasinya, termasuk memutuskan untuk berpasangan dengan siapa. Ya, sebut saja hubungan sesama jenis lah contoh riil-nya. Baca Lebih Lanjut »

bbb-dadun.jpg

Ngaku-ngaku cinta sama Melly. Ngaku-ngaku ngefans berat sama Melly. Ngaku-ngaku nggak bisa tidur sebelum dengerin lagunya Melly. Ngaku-ngaku satu chemistry sama Melly, sehidup semati. Tapi mana buktinya? Jangan cuma bisa ngomong doang!

 

Kalau cuma sekedar punya semua seri album pertama sampai album terbarunya Melly, kalau cuma sekedar pernah lebih dari sekali menonton film yang soundtracknya dibikin sama Melly, kalau cuma sekedar pernah bikin tulisan tentang Melly, kalau cuma sekedar nggak pernah ngelewatin aksi Melly di TV, kalau cuma sekedar bisa bertemu sama Melly di dalam mimpi, nggak perlu ngaku-ngaku fans beratnya Melly kalau belum pernah ketemu langsung sama Melly! Padahal selalu ada kesempatan buat itu. Tapi kenapa selalu terlewatkan, bahkan sengaja di lewatkan?!

 

Dulu, sempat ada tour AAdC, terus konser Eiffel I’m In Love, ada lagi malam Valentine di Gasibu yang nampilin Melly sama BBB-nya, dan yang masih anget-angetnya, Melly sama BBB-nya ngegelar acara meet and greet film Bukan Bintang Biasa di Pasir Kaliki Square. Dan semua momen penting itu mesti terlewatkan begitu saja. Entah itu karena tidak tahu, tidak sengaja, tahu tapi malas datang karena beberapa alasan dan sebagainya.

 

Sayang sekali. Padahal kemarin, hari Sabtu tanggal 30 Juni 2007 lalu, Melly nongkrong di Bandung. Nggak cuma ngehibur dengan aksi panggungnya yang so pasti dahsyat abis. Tapi juga ngadain semacam press conference, tanya jawab seputar BBB dan filmnya. Duh, sayang banget yak! Coba aja Dun dateng ke sana. Wah, nggak kebayang deh seberapa senengnya. Bakalan Dun tongkrongin dari sebelum mereka datang sampe mereka bener-bener hilang (halllagh…) Sekalian mau daftar buat jadi anggota BBB yang baru (GubraG!!!). Dun taunya dari koran Minggu. Argh… sayang. Mesti gigit jari deh.

 

Tapi ga’papalah… yang penting Dun dah punya lagu-lagunya. Dah hafal lagi! (Hebat nyak!). Dan yang paling penting juga, entar tanggal 26 Juli 2007, Dun mesti dan wajiP jadi orang pertama yang nonton BBB di biosokop Bandung! (yakin???) ya… minimal, pas hari itu banget, Dun bener-bener bisa nonton (yakin???) ya… minimal banget banget banget, pas nomat hari Senennyalah (yakin???) Yup, ini bener-bener yakin!

 

Ada yang mau ikut??? Entar Dun bayarin. Tapi tetep, duitnya mah duit masing-masing… hehe J* * * (Minggu, 01 Juli 2007 21:10:22)

melly.gif 

Jika teringat tentang dikau, jauh di mata dekat di hati. Tak terasa malam kini semakin larut, (a)ku masih terjaga. Mencintaimu: hati hampa kini terisi. Hanya kau pelipur laraku. Selama kau pergi tak ada lagi teman dalam sepiku.

Pertama kali aku tergugah dalam setiap kata yang kau ucap. Hatiku pun bergetar bagai terserang rindu. Di dekat engkau aku tenang, bersamamu aku senang. Inginku bersuara, merangkai semua tanya imaji yang terlintas: Seseorang itu-kah dirimu, kasih?

Ternyata aku cinta (kepadamu). Sinarmu menyilaukanku. Demi Tuhan, aku tergoda. Begitu kurasa berbeda setelah cinta ini kau sentuh. Dunia yang dulu sepi, kini t(e)lah berubah. Kutemukan kepingan hatiku yang hilang. Keyakinan semua tentang cinta kembali tumbuh di hati.

Aku tak bisa jelaskan mengapa bisa begini. Betapa rindu ini tak pernah mati. Jarak membentang tak urungkan niat menanti kekasih—setianya aku. Dahsyatnya perasaan cinta ini kepadamu. (Tapi) pernahkah engkau merasakan rindu sampai menggigil sepertiku kini?Menghitung hari: detik demi detik. Sampai kapan kau gantung cerita cintaku? Beri kepastian biar kulebur semua.