Arsip Kategori: saya berkarya

Niwa pikir, setelah pindah sekolah, keadaannya akan berbeda. Ternyata, justru jauh lebih parah. Pengawasan Joe semakin ketat. Belum lagi, ini, kotak berwarna merah yang dicurigai berisi makan siang. Seperti anak TK saja, gerutunya.

Sepanjang perjalanan dari gerbang, Niwa merasa tubuhnya dihujam ratusan pasang mata, dan telinganya memerah akibat suara-suara yang mengiringi setiap jejak langkahnya. Dan satu hal yang pasti: Niwa tahu, mata Joe tidak akan melepaskannya.

Dari dalam Mercy, Joe dengan alat semacam teropong kecilnya tersenyum saat Niwa mengacungkan jari tengah padanya dari jarak puluhan meter. “Anak nakal,” umpatnya. Joe sadar bahwa gadis itu sudah cukup dewasa untuk memahami hal-hal yang dulu tak dipahaminya. Itu berarti Niwa hanya perlu sedikit kebebasan untuk bergerak, dan kepercayaan atas kemampuannya menjaga diri. Ya, Joe mengerti gadis itu butuh privasi. Ia benar: ini hanya sekolahan, bukan hutan. Ah, ini saatnya ia sedikit bersantai dengan menyalakan sound system, mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama sambil menyesap rokoknya dalam-dalam. Tetapi ia terpaksa me-mute-kan kabin ketika harus mengangkat telpon, “Ya, ada apa Tuan?” Baca Lebih Lanjut »

Hilir mudik kereta mimpi
Di stasiun labirin aku berdiri
Berpikul kardus-kardus kenangan
Mengantongi keresek muntahan kepahitan

Kereta mimpi menggilas sepi
Berkomplot dengan pasar disesaki kaki
Saling melempar bising, mengadu gaduh
Lenguh orgasme bianglala dan angin yang bersetubuh

Seseorang yang duduk di sebelahku: tak henti mencumbu jendela
hingga dehidrasi
Yang di hadapanku: tak henti memotret
hingga segalanya terduplikasi
Dan yang berada di kepalaku: tak henti menciptakan kereta mimpi
yang di dalamnya ada aku sendiri yang dalam kepalaku:
ada kereta mimpi dan aku sendiri yang dalam kepalaku:
ada kereta mimpi dan aku sendiri
yang dalam kepalaku:
ada kereta mimpi
dan aku sendiri
yang dalam
kepalaku:
ada kereta
mimpi
dan aku
sendiri
yang
dalam

saya-bukan-cerpenis-hanya-manusia-berpenis.jpg

Judul : Saya Bukan CERPENIS, Hanya Manusia BERPENIS
Jenis : Kumpulan cerita pendek (kontemporer)
Penulis : Dadan Erlangga
Jumlah Halaman : 80 halaman
Dicetak pada : Mei 2007

Setelah mempublish Cerita Pendek untuk yang Anunya Tidak Pendek secara indipendent, saya ketagihan untuk membukukan karya saya selanjutnya. Maka, terciptalah Saya Bukan CERPENIS, Hanya Manusia BERPENIS.

Di sini, saya memberikan penekanan bahwa saya bukanlah seorang CERPENIS. Owh, predikat tersebut terlalu istimewa buat saya yang tidak tahu apa-apa. Mungkin tepatnya, saya ini hanya seorang manusia BERPENIS yang sedang belajar menulis. Manusia berpenis yang tidak ingin terikat aturan menulis dan sebagainya. Hanya berekspresi sebebas mungkin. Jadi, saya tidak pernah mengejar target tulisan yang bagus, melainkan tulisan yang lugas dan ekspresif. Sebab di situlah letak sisi estetisnya—setidaknya untuk saya sendiri. Baca Lebih Lanjut »

lovaskeptika.jpg


Judul : Lovaskeptika: Kamu percaya dengan cinta?

Jenis : Kumpulan cerita pendek (cinta)

Penulis : Dadan Erlangga

Jumlah Halaman : 110 halaman

Dicetak pada : Nopember 2007

Serasa penulis profesional yang (harus) selalu memproduksi buku setiap tahunnya, saya pun merasa tertuntut untuk mampu seperti itu. Biarpun kedengarannya cukup ironis, saya pikir tidak ada salahnya bagi saya untuk tetap berusaha dan berjuang sekemampuan diri saya, terutama dalam hal self-publishing.

Lovaskeptika merupakan kumpulan prosa pendek saya, rangkaian dari buku kumpulan cerita pendek saya yang sudah terhitung ketiga (dalam satu tahun terakhir) ini. Lebih padat dan berisi dari dua buku kumpulan cerita pendek (kumcer) sebelumnya. Terdapat 25 tulisan yang saya sebut sebagai cerpen, prosa pendek dan sedikit solilokui;

Baca Lebih Lanjut »

cover.jpg

Judul : Cerita Pendek untuk yang Anunya Tidak Pendek

Jenis : Kumpulan cerita pendek (kontemporer)

Penulis : Dadan Erlangga

Jumlah Halaman : 88 halaman

Dicetak pada : Desember 2006

Ini merupakan debute pertama saya mempublish tulisan-tulisan saya kedalam sebuah buku kumpulan cerita pendek. PERTAMA kalinya saya menulis dan belajar percaya diri untuk mempublikasikannya kepada khalayak—khususnya teman-teman terdekat. Berisi 10 cerpen (pilihan) saya, diantaranya:

  1. Surprise
  2. UnTitled
  3. Sepuluh Tahun
  4. Nothin’ But Luv
  5. Daster
  6. The Unforgettable Love Trip
  7. Di Kontrakan
  8. Semacam Cinta
  9. Cinta dalam Sepotong Donat
  10. Diamnya Dian

  Baca Lebih Lanjut »