Judul: Lovaskeptika
Penulis: Dadan Erlangga
Penerbit: Masmedia Buana Pustaka
Terbit: 2009
ISBN: 602835062-1
Jumlah halaman: 146
Harga: Rp. 24.000
“Love is shit!” Lagi-lagi frasa itu yang kauungkit. Sejak malam hitam—malam di mana kau kehilangan DUA hal yang paling berharga dalam hidupmu itu, kau selalu menasbihkannya. Kalimat yang juga kau teriakkan sejalan darahmu menerjang luka torehan pisau kiriman iblis dari neraka… {LOVASKEPTIKA}
Cinta, mama [...]
Arsip untuk ‘Rasarasanya’ Kategori
LOVASKEPTIKA
Diposkan dalam Cerpennya, Karyanya, Rasarasanya, Label dadan erlangga, dadun, kumpulan cerpen, lovaskeptika pada Juli 4, 2009 | 22 Komentar »
Djangan Djatuh Tjinta!
Diposkan dalam Rasarasanya, Label dadun pada April 1, 2009 | 4 Komentar »
Tiba-tiba kamu memikirkannya. Memaknai setengah jam yang sempit sebagai gerbang menuju kebebasan atas rasa gamang yang terjangkit di dirimu sejak awal. Intro lagu lama itu dimulai dari denting sendok dan piring, dengan suasana yang tak sengaja tercipta—langit dramatis melukis gradasi abu-abu, ungu dan merah jambu.
Ia tersenyum padamu, pertanda butuh sesuatu. Sekadar teman bincang, teman membunuh [...]
Dan Jika Mimpi Masih Pertanda…
Diposkan dalam Rasarasanya, Label dadun pada April 1, 2009 | 2 Komentar »
Maka, apa yang akan terjadi ketika seseorang yang pernah dan (mungkin) masih kaucintai hadir kembali menghiasi ruang mimpimu, berkali-kali?
Bandung,
01/04/2009 6:39:31
Jika Mimpi Adalah Pertanda…
Diposkan dalam Rasarasanya pada April 1, 2009 | Leave a Comment »
Maka, apa yang akan terjadi ketika kau bermimpi tentang seseorang yang mendadak berwajah seram dan berucap satu kata padamu, “kematian”?
Bandung,
01/04/2009 6:35:22
Bulan Rusak
Diposkan dalam Rasarasanya, Label curhat, dadun pada Maret 2, 2009 | 1 Komentar »
Sebenarnya sejak bulan kemarin sih, yang rusak-rusak itu terjadi:
1. Windows (bukan jendela kamar, atau jendela rumah, tapi windows yang itu loh)
2. Henpon
3. Speaker
4. DVD-DVDku yang tercinta
5. Mouse
hohoho… apa lagi yg harus rusak???
M E N I K A H ? ? ?
Diposkan dalam Rasarasanya pada Februari 21, 2009 | 7 Komentar »
Ada seseorang yang, selepas membaca salah satu tulisan saya, mengajak saya menikah. Tidak, tidak langsung menikah-menikah. Ya, bisa dibilang menikah-menikahan dulu. Dan saya tidak lantas menyanggupi, tentu saja. Oh, plis, saya ini masih kecil! Pipis saja masih harus dipegangi.
Apalagi, setelah berada di lingkungan orang-orang yang sudah beberapa tahun hidup dalam naungan pernikahan, saya semakin merasa [...]
KENAPA ORANG ENGGAN MENGUMBAR KEJELEKAN TENTANG DIRINYA?
Diposkan dalam Rasarasanya pada Februari 21, 2009 | 3 Komentar »
Beberapa hari yang lalu, akhirnya, ada juga yang mau menegur saya di tengah-tengah pekerjaan saya.
Ah, tidak. Tidak. Sebenarnya, sayalah yang pertama menegur salah satu dari mereka dengan bertanya mengenai bagaimana dan dengan siapa ia pulang kerja setiap malam (oh, sungguh sialan, sepanjang bulan ini kami harus bekerja dari tengah hari sampai malam).
Lalu ia balas menggoda, [...]
SATU BULAN LAGI
Diposkan dalam Rasarasanya pada Februari 21, 2009 | Leave a Comment »
Menghitung hari… detik demi detik…
Ya ampun, lama sekali! Ah, saya tidak mengerti. Dan mereka lebih tidak bisa memahami. Ayolah, saya tidak kuat lagi. Saya menginginkan diri saya kembali seperti sedia kala adanya. Saya menginginkan kembali bobot dua kilogram yang terlepas dari tubuh kurus saya, yang dikarenakan ketidakpastian situasi dan kondisi ini.
Oke, sebut saya bodoh, tolol, [...]
Sendal Jepit, Oh Sendal Jepit
Diposkan dalam Rasarasanya, Label curhat, dadun pada Februari 21, 2009 | 1 Komentar »
Percakapan pada suatu siang di bulan Februari.
Ibu saya: Dan, sepatunya udah mama lap.
Ibu saya: Agak basah. Jadi, kalau mau pake, tinggal ambil di genteng.
Saya: Oh, makasih, Ma. Tapi… hari ini lagi males pake sepatu.
Ibu saya: Kok males?
Saya: Lagian, percuma juga. Ntar, pas masuk juga dilepas.
Saya: Mending pake sendal jepit aja dari rumah. Gak ribet.
Ibu saya: [...]
Pick The Moment
Diposkan dalam Rasarasanya, Label wisuda pada November 23, 2008 | 1 Komentar »
Wisuda. Kata itu yang ingin lekas saya gapai tepat di hari pertama ospek. Tiga tahun yang lalu, dan alangkah klisenya saat itu tersebut sebagai kemarin.
Beberapa detik yang lalu (saat menonton Extravaganza yang semakin garing) saat-saat itu kembali hadir. Saya mengajak Bapak untuk sedikit mengenangnya. Waktu itu: subuh-subuh sekali kami bergegas ke Jln. Turangga dan [...]
