Sebuah kerinduan yang kuat memang bisa mengalahkan apa saja. Katakanlah saya hanya seorang anak rumahan yang cukup asing dan ngeri dengan dunia luar, dan semua orang terdekat saya mengetahuinya. Maka, saya harus bisa meyakinkan hati mereka bahwa perjalanan Bandung – Jakarta bukanlah perjalanan lintas negara atau bahkan lintas rimba yang berbahaya, terlebih, saya bukan lagi [...]
Arsip untuk ‘Bersamanya’ Kategori
Saya di PerkosaKata
Diposkan dalam Bersamanya pada April 7, 2008 | 2 Komentar »
Truth or Dare
Diposkan dalam Bersamanya, Rasarasanya pada Februari 10, 2008 | 1 Komentar »
Kami menyebutnya Jujur-Berani; permainan yang cukup menantang mental dan nyali. Tidak membutuhkan peralatan apa-apa, kecuali hanya para pemainnya itu sendiri-dan kejujuran juga keberaniannya. Terakhir kali, waktu kelas 3 SMA saya melakukannya.
Peraturannya sedikit diubah; biasanya ada dua pilihan: jujur (menjawab pertanyaan) atau berani (melakukan tantangan), tetapi kali ini lebih ke JUJUR dan BERANI JUJUR.
Sore itu, sambil [...]
Buka Bersama atau Buka Bersama?
Diposkan dalam Bersamanya, Rasarasanya pada Oktober 1, 2007 | 2 Komentar »
Entah kenapa, saya tidak terlalu antusias untuk melakukan ritual buka bersama di luar rumah, selain dengan keluarga. Apa istimewanya? Jika memang demi mempererat jalinan silaturahim, terutama dengan teman-sahabat yang jarang berjumpa, saya masih bisa sedikit toleran, segalanya bisa dikondisikan. Tapi terus terang, saya sangat malas untuk melakukan buka bersama dengan teman-sahabat yang hampir setiap hari [...]
Jangan Tanya Kenapa
Diposkan dalam Bersamanya, Rasarasanya, saya sendiri pada September 23, 2007 | 3 Komentar »
Hari itu dia sedikit curiga; melihat perempuan itu membawa sebingkis hadiah bersampul menyala. Tapi rasa curiganya tidak terlalu membabibuta. Sebenarnya dia tahu apa dan untuk siapa benda ‘istimewa’ itu. Hanya, dia masih agak bingung, dari siapa dan untuk apa hadiah itu ada, meskipun dia tahu ada seorang lelaki berulang tahun beberapa hari sebelumnya.
Dia selalu ingin [...]
Kemalaman
Diposkan dalam Bersamanya, Rasarasanya, saya sendiri pada September 23, 2007 | Leave a Comment »
Apa yang saya pikirkan? Perasaan saya tak karuan; merentang radius dengan sebagian orang yang tak sedap dipandang membuat saya semakin terjerat bimbang.
Maka saya menghindar, saya sedang belajar melupakan.
Sedikit memanfaatkan ‘kekisruhan’ seseorang, saya menurutinya untuk menunda jam kuliah, karena kebetulan juga dibuat pembagian jadwal. Saya dan beberapa teman memilih sesi kedua. Menunggu di bawah: mengeksploitasi fasilitas [...]
Menuju Malam, Mengukur Jalan Bersama Teman, Tak Terlupakan
Diposkan dalam Bersamanya pada Juni 20, 2007 | 4 Komentar »
Pulang. Sebenarnya saya ingin pulang ketika yang lainnya pulang. Sejujurnya saya ingin pulang sebelum hujan datang. Dan ketika beberapa teman ‘menghadang’ di pintu keluar, saya sudah ingin pulang.
Tukang gorengan di pinggir jalan mengundang kami datang. Seperti biasa, saya tidak tertarik untuk menjadi pelanggan. Seperti biasa, saya sangat bernafsu meminta pada teman. Melupakan rasa tidak nyaman; [...]
