Jika ia tak membalas SMS-mu, sejak dulu hanya ada dua masalah besar padanya: tidak ada pulsa, dan egosentrisnya sedang meruncing. Jia ia tak mengizinkanmu ke rumahnya pada hari bukan kuliah, sejak dulu hanya ada dua masalah besar padanya: ia tidak berada di rumah, dan egosentrisnya sedang meruncing. Dan jika ia terpaksa berdusta tentang sesuatu kepadamu, sejak dulu hanya ada satu masalah besar padanya: egosentrisnya sedang meruncing.
Ya, ia begitu egois.
Bahkan ia tahu karena egosentrisnya itu, beberapa orang terdekatnya merasa tersakiti. Tetapi ia bersikap tak perduli. Karena ia egois.
Jauh di dasar hatinya, ia sadar bahwa egois bukan sifat yang mencerminkan kepribadian positif seseorang. Bahwa egois adalah selalu memposisikan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. Bahwa dengan menjadi seseorang yang egois berarti telah membangun penjara untuk diri sendiri dan mengucilkan diri dari orang lain. Bahwa pada akhirnya, si egois tidak akan memiliki teman, sahabat, bahkan kekasih.