Duadua datang mengusir Duasatu. Diam-diam, seperti cicak menangkap nyamuk, mengusirnya dari hidup.
Duasatu menghilang bersama nyala lilin yang padam oleh beberapa kali tiupan. Dan tandas seperti minuman dalam gelas di akhir perayaan.
Banyak hal yang diwariskan Duasatu kepada Duadua. Kebahagiaan. Ketidakbahagiaan. Daftar orang yang patut dikenang dan dilupakan. Dan selembar daftar harapan yang harus diwujudkan.
Duasatu pergi dengan senyuman. Lebih dari jam dua belas malam. Senyum plastik, memang, tetapi itu jauh lebih baik daripada kemarahan atau bahkan kesedihan.
Duadua datang dengan senyuman. Sempat bermain-main dengan Duasatu sambil perlahan membujuknya pergi sebab dunia tak menginginkannya lagi. Mau tak mau, ia harus mengusirnya.
Banyak hal yang harus diperbaiki, bahkan dimulai kembali oleh Duadua. Ah, apa sih yang diperbuat Duasatu selama ini?
Tetapi Duadua bukan lagi Duasatu.
Duadua memulai harinya bukan dengan terbangun melainkan tertidur. Ah, Duadua hanya ingin lebih menikmati hidup. Dengan caranya sendiri. Dengan cara-cara yang tak mungkin dilakukan Duasatu.
Sebab Duadua bukan lagi Duasatu.
Duadua adalah fase kedua gemini—rasi bintang kembar—setelah Sebelas. Apa pun artinya, yang jelas Duadua hanya ingin bersenang-senang.
Duadua, selamat datang.***
======================
Bandung, 04/06/2009 14:33:36
*tanpa catatan penulis*