Entah mendapat bisikan dari mana, malam itu tiba-tiba saja saya didera keinginan untuk mengetahui nomor ponsel seseorang. Ya, seseorang yang cukup lama saya ‘idolakan’. Mendekati akhir Mei, seingat saya, pada tahun sebelumnya, tahun pertama ketika saya mulai mengenalnya, seseorang yang saya maksudkan berulang tahun. Tepatnya kapan, saya lupa.

Akhirnya saya bertanya pada seorang teman di seberang kota sana (yang saya pikir ia mengetahui nomor ponselnya), dengan jari malu-malu (ekspresi yang begitu sulit terdefinisikan dengan jari-jari tangan). Setelah semalaman menunggu, ternyata ia tidak tahu, tetapi sedikit memberi kepastian bahwa ia akan mencari tahu kemudian memberitahukan ulang.

Dan, akhirnya, ia berhasil. Thanks, temans.

Saya tak menunggu terlalu lama, langsung menghubunginya (baca: missed call). Beberapa menit kemudian ia balas menelpon, dan tentu saja saya merasa cukup bersalah karena merasa telah mengganggu hari kerjanya. Tetapi jujur, saya teramat senang, akhirnya, setidaknya, bisa mendengar suaranya; bertegur sapa lewat mulut dan telinga. Hm, tidak jauh beda dengan ketika kami saling melempar tawa dan canda di jendela YM! Ia menyapa saya penuh dengan tawa, dan suara yang penuh suka cita. Ia begitu ceria.

Apa yang kamu rasakan ketika akhirnya bisa ber-SMS ria dengan seseorang yang selama ini cukup memberikan banyak inspirasi dan motivasi untukmu?-biarpun cuma sebentar, karena bagaimanapun kalian sadar bahwa ada hal-hal yang memang bisa, boleh dan tidak dapat dilakukan. Ya, ya, semua ini sudah lebih dari cukup untuk diri saya.

Dan, oh Tuhan, betapa tololnya saya. Malam itu, saya pikir adalah malam terakhir baginya melewati usia dua puluh empatnya. Kebetulan, mata saya masih kuat terjaga hingga jam dua belas lewat, dan ketika penunjuk waktu hampir memajang angka 00:00 WIB, saya lekas menulis SMS:

“Menjadi tua adalah pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan… happy birthday, wish you all the best…” *tentu saja SMS standar yang sudah sering saya dan kita semua dengar dari berbagai sumber, bukan originial ;)*

Tetapi TERNYATA… setelah me-re-cek ulang informasi dari berbagai sumber (halah), ucapan selamat ulang tahun yang saya berikan untuknya datang lebih awal dua hari dari waktu yang seharusnya. DUA HARI!

M.A.L.U.

Well, tetapi toh saya tetap berbagi ke-MALU-an ini. Yah, semoga tidak terulang lagi. Anyway, early better than late, right? Hahaha…***

Satu komentar

  1. tulisannya bagus-bagus bgt!
    sejak pertama kali, dengan tidak sengaja membaca “pesan” entah kenapa jadi ketagihan baca tulisan tulisan selanjutnya…
    jgn pernah berhenti menulis yah…

Tulis sebuah Komentar

*
*