Arsip Bulanan: Maret 2008

pills_by_dimshik.jpgSaya benci, lagi-lagi dokter yang harus saya kunjungi. Tetapi, saya lebih benci: sakit tanpa meminum obat. Sudah ratusan kali saya bilang tidak enak badan, sehingga saya sudah sangat bosan, dan tidak enak hati. Memperkaya dokter dengan jerih payah kedua orang tua saya. Pernah saya bungkam, dan rasa sakit yang saya rasakan bertambah parah. Ujung-ujungnya, tetap saja, orang tua yang susah.

Baca Lebih Lanjut »

adaptation_by_edlyn.jpgBahkan hewan dan tumbuhan saja tunduk pada hukum adaptasi: pohon jati menggugurkan daun di musim kemarau, atau bunglon mengubah warna kulit sesuai tempatnya berada (hasil dari belajar biologi selama enam tahun).

Tetapi saya sulit sekali beradaptasi, terutama di lingkungan yang benar-benar baru, bahkan asing sama sekali. Berjumpa dengan orang-orang baru, wajah-wajah yang tak pernah saya lihat sebelumnya, sifat dan karakter yang perlu penafsiran dan penelusuran mendalam, semuanya membuat saya kelabakan. Saya sulit memulai pembicaraan. Baca Lebih Lanjut »

hands_on.jpgHm, sudah cukup lama saya mendambakan profesi ini. Tepatnya sejak ketagihan nge-net dan menghabiskan seluruh uang jajan untuk biaya warnet. Saya pikir, dengan menjadi OP warnet, saya bisa ber-internet sepuasnya tanpa harus membayar, justru malah dibayar. Apalagi, ternyata kebanyakan teman cyber saya dari Kemudian.com bertugas sebagai OP (operator) warnet. Wah, asyiknya. Baca Lebih Lanjut »

Bete aja, ternyata saya salah menerjemahkan kalimat ini “Paket 2 Jam: Rp.5000/2 jam (07.00-15.00)”

Saya login sekitar pukul 14-an, dan tiba-tiba saja komputer (net) mati tepat jam3. Ternyata, paket HABIS, sudara-sudara…. hixhix…

*merasa bodoh*

sam______teaching___by_freakette.jpgKetakutan saya terjadi juga. Senin siang (25/2), sekitar pukul 11.00, seorang petugas kampus menelpon saya perihal masalah UJIAN YANG DIKOSONGKAN tempo hari (kamis, 21 Februari). Ia menyuruh saya datang ke kampus untuk dimintai keterangan sekaligus memberi penjelasan tentang masalah tersebut di hadapan dosen wali kami dan dosen matakuliah yang bersangkutan. Dengan beberapa alasan, saya menolak datang.

Baca Lebih Lanjut »

the_tangerine_boy_by_luminatii.jpgBagaimanapun, kami saling mencintai dan menyayangi. Terutama ia. Yang selalu mengantar dan sesekali menjemput saya kuliah, juga mengantarkan saya ke tempat-tempat yang ingin saya kunjungi sesibuk dan sepadat apa pekerjaannya. Yang selalu menelpon dan mencemaskan ketidakhadiran saya di saat-saat yang seharusnya saya sudah berada di dekatnya. Yang selalu memberi kudapan dan minuman saat saya sedang mengerjakan tugas ataupun hanya bermain-main dengan komputer. Yang selalu melakukan hal-hal yang Baca Lebih Lanjut »

Alhamdulillah, ujian itu berakhir sudah. Bahkan membawa hikmah bagi kami sekeluarga. Saya sangat terharu melihat Ibu mendampingi Bapak; mengobati luka-luka di wajahnya; membalut darah yang sulit mengering di area matanya yang dilukai beling-beling kacamata yang remuk saat terjatuh; memijit bagian tubuh yang masih terasa sakit akibat kecelekaan itu.

Sementara saya dan adik saya tidak dapat berbuat banyak selain mendoakan dan melakukan titah-titah mereka. Tetapi, kami lebih sering ‘mengutil’ makanan yang dibawakan para pelayat untuk Bapak. Kue, roti, buah. Maafkan kami, Bapak.

Baca Lebih Lanjut »