Arsip Bulanan: September 2007

Hari itu dia sedikit curiga; melihat perempuan itu membawa sebingkis hadiah bersampul menyala. Tapi rasa curiganya tidak terlalu membabibuta. Sebenarnya dia tahu apa dan untuk siapa benda ‘istimewa’ itu. Hanya, dia masih agak bingung, dari siapa dan untuk apa hadiah itu ada, meskipun dia tahu ada seorang lelaki berulang tahun beberapa hari sebelumnya.

Dia selalu ingin tahu tentang segala hal, terlebih urusan orang lain. Dia selalu mencuri dengar dan pura-pura tidak mencuri lihat, padahal matanya aktif merekam.

Ternyata kado itu dari si perempuan untuk si lelaki yang berulangtahun itu.

Kenapa perempuan itu tiba-tiba memberi kado pada si lelaki? Sementara mereka berteman, dan siperempuan tidak pernah sehangat dan seistimewa itu memperlakukan temannya. Kecuali… Baca Lebih Lanjut »

Apa yang saya pikirkan? Perasaan saya tak karuan; merentang radius dengan sebagian orang yang tak sedap dipandang membuat saya semakin terjerat bimbang.

Maka saya menghindar, saya sedang belajar melupakan.

Sedikit memanfaatkan ‘kekisruhan’ seseorang, saya menurutinya untuk menunda jam kuliah, karena kebetulan juga dibuat pembagian jadwal. Saya dan beberapa teman memilih sesi kedua. Menunggu di bawah: mengeksploitasi fasilitas internet yang biarpun lelet, lumayan untuk saya yang kepepet.

Curiga! Di bawah, hanya tinggal delapan pasang mata yang menunggu sesi kedua jam kuliah Multimedia. Tapi perasaan ingin ‘terpisah’ itu membuat saya kehilangan resah dikejar rasa bersalah karena merasa sedang membolos kuliah. Lebih-lebih karena saya sudah terbius dengan Friendster, Kemudian dan DeviantArt yang akhir-akhir ini menjadi lahapan pokok saya setiap online Baca Lebih Lanjut »

Marhaban ya Ramadhan…

Kebahagiaan besar bisa bersanding kembali dengan Ramadhan yang mulia. Sejuta umat berharap terampuni dari segala dosa-setidaknya, satu sentimeter menjauh dari batas neraka. Dan segala amal semoga dapat dilipatgandakan, sesuai yang sering didengar dalam kultum-kultum atau khutbah Jumat di sepanjang Ramadhan.

Maka setiap orang ‘berlomba-lomba’ dalam kebaikan.

Jika surga dan neraka tak pernah ada
Mungkinkah kau ‘kan bersujud pada-Nya?

Apa kabar dengan lirik lagu gubahan Ahmad Dhani itu? Bahkan saya baru memahami maknanya.

Saya tidak sedang membicarakan siapa-siapa-takut mengurangi pahala shaum. Ini tentang saya sendiri; potret seorang muslim yang baru bisa beribadah jika diimingi ‘hadiah’ dan diancam ‘musibah’. Baca Lebih Lanjut »